25 Preman dan Gepeng di Pekalongan Diamankan Polisi

Rabu, 24 Februari 2016 - 09:52 WIB
25 Preman dan Gepeng...
25 Preman dan Gepeng di Pekalongan Diamankan Polisi
A A A
KAJEN - Setidaknya 25 orang yang diduga preman serta gelandangan dan pengemis (gepeng) diamankan oleh jajaran Polres Pekalongan. Mereka terjaring dalam Operasi Bina Kusuma Candi 2016 dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Bery mengatakan, razia itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan jalanan seperti premanisme. Selain itu juga untuk meminimalisir penyakit masyarakat lainnya.

"Operasi Bina Kusuma ini sasarannya premanisme serta penyakit masyarakat seperti penjualan miras, perjudian, gepeng dan lainnya," katanya.

Dijelaskan, operasi tersebut digelar selama 30 hari yakni dimulai pada tanggal 5 Februari hingga 5 Maret 2016. Menurutnya, operasi tersebut dilaksanakan oleh 40 personil jajaran Polres Pekalongan yang telah ditunjuk.

"Tim menyisir sejumlah tempat sepanjang jalan raya Kajen-Bojong-Wiradesa-Sipait, yang diduga menjadi tempat terjadinya tindak pidana premanisme seperti timer/ calo, deb colector dan gepeng," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, razia juga digelar di terminal bayangan Gumawang dan barhasil menemukan beberapa orang timer atau calo. Hal itu juga ditemui di terminal bayangan Sipait.

"Sedangkan di depan IBC kami temukan debt collector yang sedang mangkal. Debt collector juga cukup meresahkan masyarakat, apalagi jika melakukan penarikan kendaraan bermotor sering dilakukan di jalan dan memaksa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. Mereka bisa dikenai tindak pidana, sebab yang berhak melakukan penyitaan adalah aparat penegak hukum," tandasnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan AKP Aries Tri Hartanto, akan terus digelar. Hal itu untuk mencegah tindak premanisme serta penyakit masyarakat yang terjadi di Kabupaten Pekalongan.

"Masyarakat dihimbau selalu memberikan masukan dan informasi dimana terjadi tindakan premanisme dan penyakit masyarakat yang meresahkan kepada aparat kepolisian. Baik melalui polsek terdekat, Babinkamtibmas dan atau langsung ke Polres Pekalongan," tambahnya.

Ke 25 orang yang diduga preman dan gepeng tersebut kemudian dilakukan pembinaan di Polsek Wiradesa dan Pos Lantas Sipait.

Karena tidak cukup bukti melakukan tindakan premanisme, mereka kemudian dilepaskan, dan dihimbau agar tidak menggunakan kekerasan ataupun ancaman kekerasan dalam menjalankan pekerjaannya. Sehingga tidak terlibat dalam masalah pelanggaran hukum dan tindak pidana.
(nag)
Berita Terkait
10 Gelandangan dan Pengemis...
10 Gelandangan dan Pengemis di Salatiga Terjaring Operasi Yustisi
Pemkot Jaktim Razia...
Pemkot Jaktim Razia 38 Lokasi Rawan Gelandangan dan Pengemis
Gelandangan Ini Bawa...
Gelandangan Ini Bawa Uang Rp12 Juta saat Terjaring Dinsos Jaksel
Anjal dan Gepeng Marak...
Anjal dan Gepeng Marak di Makassar Jelang Tahun Baru
Ditampung di GOR Cengkareng,...
Ditampung di GOR Cengkareng, Puluhan PMKS Jalani Rapid Test Corona
Negara-negara dengan...
Negara-negara dengan Jumlah Gelandangan Terbanyak di Dunia, Nomor 5 Tak Disangka
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
29 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
40 menit yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
1 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
3 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved