Penyuka Sesama Jenis Ingin Diterima Masyarakat

Senin, 22 Februari 2016 - 13:24 WIB
Penyuka Sesama Jenis...
Penyuka Sesama Jenis Ingin Diterima Masyarakat
A A A
BANDUNG - Sebagian public menganggap kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) memiliki kehidupan yang tertutup. Mereka bahkan jarang bergaul dengan orang lain dan terkesan kurang ramah.

Tapi bagaimana sebenarnya kehidupan seseorang yang masuk dalam kategori LGBT? Benarkah mereka tertutup dan kurang ramah pada orang lain? "Pada dasarnya LGBT itu ramah," ujar gay asal Bandung, Alex (nama samaran).

Menurut pria 37 tahun itu, menjadi seorang yang dikategorikan LGBT jelas tidak mudah. Butuh keberanian sangat besar untuk mengakui secara terbuka soal orientasi seksualnya.

Ia sendiri maklum jika LGBT terkesan tertutup dalam kehidupannya. Itu karena kondisi yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk terbuka. Sebab mereka akan berhadapan dengan norma dan agama yang ada di masyarakat.

"Tapi saat mereka diterima oleh masyarakat, mereka akan sangat senang. Itu yang bikin kita welcome," ungkapnya.

Alex sendiri memilih terbuka soal orientasi seksualnya. Ia tak ragu mengaku sebagai gay jika ada yang bertanya. Tapi jika tidak ada yang bertanya, ia akan menutup orientasi seksualnya.

Sejak terbuka sebagai seorang gay dalam kurun dua tahun terakhir, ia merasa tidak mendapat perlakuan berbeda. Keluarga, teman, serta orang-orang di sekitarnya tidak berubah. Mereka tetap menerima Alex dengan baik dan tidak mendiskriminasi.

Disinggung soal adanya pandangan yang menilai LGBT sebagai penyakit menular, ia tidak sependapat. Sebab hal itu dikembalikan pada diri sendiri. Keputusan menjadi LGBT atau tidak adalah hak setiap individu.

Ia sendiri mengaku tidak ingin mengajak orang lain untuk menjadi gay seperti dirinya. Bahkan untuk mencari pasangan, ia memilih memastikan ‘gebetannya’ itu seorang gay atau bukan terlebih dahulu.

"Susah sih kalau ngajak yang orientasi seksualnya berbeda. Mereka belum tentu mau juga," katanya.

Alex pun terbuka untuk berteman dengan siapa saja. Baginya, semakin banyak teman, maka kehidupan akan lebih menyenangkan. Ia tidak mau kehidupannya terbatas hanya di kalangan gay saja.

"Tapi kalau teman-teman gabung dengan LGBT, itu bukan berarti kita melakukan sosialisasi (mengajak agar menjadi LGBT). Itu persepsi yang salah," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Potret Aksi Dukung Pemkot...
Potret Aksi Dukung Pemkot Palembang Tolak LGBT
MUI Larang Masyarakat...
MUI Larang Masyarakat Promosikan LGBT di Semua Media
Cegah Berkembang di...
Cegah Berkembang di Garut, Perbup Anti LGBT Diterbitkan Pemkab
Aksi Warga Bogor Tolak...
Aksi Warga Bogor Tolak LGBT
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Siapa Transgender Pertama...
Siapa Transgender Pertama di Dunia? Ini Sosoknya
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
24 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
34 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenis Rudal Iran yang...
6 Jenis Rudal Iran yang Mampu Tembus Iron Dome Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved