Empat Orang yang Ditangkap di Singapura Diberangkatkan ke Mabes Polri Malam Ini

Minggu, 21 Februari 2016 - 20:11 WIB
Empat Orang yang Ditangkap...
Empat Orang yang Ditangkap di Singapura Diberangkatkan ke Mabes Polri Malam Ini
A A A
BATAM - Empat orang warga Indonesia yang ditangkap di Singapura akhirnya diberangkatkan ke Mabes Polri, karena permintaan Tim Densus. Saat diberangkatkan ke Jakarta, keempatnya dikawal sepuluh anggota kepolisian lintas kesatuan.

Berdasarkan data yang didapat keempatnya adalah, Risno (28) nomor paspor A 9159230 yang dikeluarkan di kantor Imigrasi Bogor pada 15 Oktober 2014 dan tempat tanggal lahirnya di Purbalingga 6 Desember 1966; Mukhlis Khoirur Rofiq (23) nomor paspor A 2386529 yang dikeluarkan di kantor Imigrasi Bekasi pada 14 Maret 2012 kelahiran Bekasi 18 November 1993.

Selain itu Muhammad Mufid Murtadho (15) nomor paspor A 2386531 dikeluarkan di kantor Imigrasi Bekasi, pada 14 Maret 2012 tempat tanggal lahir Jakarta 27 Februari 2001; Untung Sugema Mardjuk (49) nomor paspor B 1214809 dikeluarkan di Kantor Imigrasi Bogor pada 25 Juni 2015, tempat tanggal lahir di Jakarta 30 Oktober 1967.

Keempatnya setelah tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center sekitar pukul 12.00 WIB, langsung dibawa ke Mapolresta Barelang untuk menjalani pemeriksaan, pendataan, pengambilan sidik jari dan pengambilan foto dan sekitar pukul 18.00 WIB keempatnya dibawa ke Bandara Hang Nadim menggunakan Pesawat Garuda dengan pengawalan ketat puluhan anggota kepolisian.

Menurut Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika, keempat orang itu dia terima setelah menerima pelimpahan dari pihak Imigrasi Batam.

Setelah diserahterimakan oleh Kepolisian Singapura ke pihak Imigrasi, keempatnya langsung dibawa ke Polresta Barelang untuk melakukan pendataan, pengambilan sidik jari dan pengambilan foto. "Setelah kita berkoordinasi dengan Densus, keempatnya diminta untuk harus dibawa ke Jakarta," kata Helmy.

Untuk apa mereka dibawa, Helmy mengaku, ini adalah proses untuk memastikan apakah mereka ada keterkaitannya dengan dengan ISIS atau tidak. Berdasarkan keterangan polisi Singapura, mereka mencurigai dokumen perjalanan keempat terduga itu.

"Karena dokumennya dari Jakarta menuju Singapura lalu ke Malaysia, setelah tiga jam mereka berada di Johor keempatnya kembali Indonesia melalui Batam mennggunakan kapal laut," ujarnya.

Helmy menduga, mengapa keempatnya dicurigai oleh Kepolisian Singapura, diduga karena kunjungan keempatnya mencurigakan dan dianggap tidak sesuai SOP Kepolisian di Singapura, makanya keempatnya di pulangkan dari Pelabuhan Harbour Front.

"Meski keempatnya memiliki tiket ke Batam, karena dicurigakan makanya Kepolisian di Singapura memulangkan keempatnya ke Indonesia melalui Batam," katanya.

Selain rute perjalanan mereka yang dicurigai Kepolisian Singapura, Helmy menambahkan, berdasarkan keterangan Kepolisian Singapura mereka berencana akan ke Suriah. Tetapi, melihat dokumen perjalanannya mereka akan kembali ke Indonesia.

"Salah satu mereka (Untung) memang pernah tiga kali ke Arab, tetapi melakukan umrah bersama keluarganya," ujarnya.

Saat ditanyakan kebenaran keempatnya merupakan santri dari Pesantren Ibnu Sina, Helmy enggan berkomentar banyak dan terkait kebenarannya itu yang akan memeriksa selanjutnya adalah Densus 88.

"Setelah koordinasi dengan Densus, mereka diminta untuk diterbangkan ke Jakarta kemungkinan ada hal yang ditanyakan densus oleh mereka," ujarnya.

Apakah mereka anggota ISIS, Helmy tak mau menduga-duga, tetapi yang jelas Polda Kepri dan Polresta Barelang setelah menerima informasi dari Kepolisian Singapura kalau ada warga Indonesia yang akan Suriah, dia langsung cepat merespon informasi itu.

"Kita tunggu selanjutnya, pasti ada keterangan dari pejabat yang berwenang secepatnya," timpalnya.

Dalam pengiriman keempat orang terduga anggota ISIS itu, Helmy menambahkan, akan ada 10 anggota yang melakukan pengawalan.

Ke 10 anggota itu dari satuan Densus, Brimob, Polresta Barelang dan Gegana. "Mereka diberangkatkan malam ini juga menggunakan Pesawat Garuda, karena Densus akan memintai keterangan mereka secepatnya," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
ISIS Tingkatkan Pertempuran...
ISIS Tingkatkan Pertempuran di Sinai, Rumah Warga Jadi Jebakan Bom
Simpatisan ISIS Serang...
Simpatisan ISIS Serang Desa di Nigeria, 59 Tewas
Serbu Penjara di Afghanistan,...
Serbu Penjara di Afghanistan, Anggota ISIS Bebaskan Ratusan Tahanan
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
54 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
Hal yang Wajib Diperhatikan...
Hal yang Wajib Diperhatikan Orang Tua sebelum Titipkan Anak ke Daycare
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved