Kasus Saipul Jamil Jadi Pelajaran Fans Tak Berlebihan Memuja Idola
Minggu, 21 Februari 2016 - 13:17 WIB
Kasus Saipul Jamil Jadi Pelajaran Fans Tak Berlebihan Memuja Idola
A
A
A
JAKARTA - Pelecehan seksual yang dialami DS oleh pedangdut Saipul Jamil dinilai sebagai akibat pemujaan berlebih terhadap idola. Karena para fans cenderung akan melakukan fotokopi terhadap artis dengan harapan mendapatkan insentif yang sama didapat oleh artis seperti perhatian, kekayaan dan ketenaran.
"Ini membuat banyak fans akan rela melakukan apapun untuk dapat berdekatan dengan selebritas pujaannya," ungkap pengamat sosial budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, Minggu (21/2/2016).
Menurut Devie, dalam sebuah studi dikatakan keelokan wajah akan membuat seseorang dinilai memiliki kualitas pribadi dan perilaku yang elok pula. Fenomena hello effect ini, membuat para fans akan menilai bahwa selebritas pujaannya adalah sosok yang selalu positif.
"Inilah yang kemudian membuat para fans tidak akan berprasangka apapun kepada artis tersebut," ujarnya. Devie menuturkan, DS pastinya shock dan kemudian melaporkan hal negatif yang dialami kepada polisi.
Kondisi shock karena persepsi bahwa artis pujaan pasti memiliki karakter yang positif, membuat fans akan melakukan beragam reaksi termasuk berani melapor kepada polisi. Mengingat salah satu alasan kenapa orang begitu terobsesi kepada selebritas, menurut riset ialah ingin membebaskan diri dari realita kehidupan kita.
Gambaran dinamika kehidupan para selebritas yang begitu indah, mampu membuat para fans atau orang biasa melupakan berbagai kepenatan hidup. "Tentu saja ketika realita nyata tentang kehidupan artis yang berbeda ini tentu akan menjadi pukulan psikologis tersendiri bagi individu yang menjalaninya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Saipul Jamil diduga melakukan pelecahan seksual terhadap DS di rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.(Baca: Saipul Jamil Diduga Lakukan Pencabulan Sesama Jenis).
DS yang menjadi korban pencabulan Saipul Jamil mengalami trauma. DS pun mendapatkan assessment psikologi untuk mengetahui sejauh mana trauma yang dialaminya.(Baca: Dicabuli Saipul Jamil, DS Alami Trauma)
"Ini membuat banyak fans akan rela melakukan apapun untuk dapat berdekatan dengan selebritas pujaannya," ungkap pengamat sosial budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, Minggu (21/2/2016).
Menurut Devie, dalam sebuah studi dikatakan keelokan wajah akan membuat seseorang dinilai memiliki kualitas pribadi dan perilaku yang elok pula. Fenomena hello effect ini, membuat para fans akan menilai bahwa selebritas pujaannya adalah sosok yang selalu positif.
"Inilah yang kemudian membuat para fans tidak akan berprasangka apapun kepada artis tersebut," ujarnya. Devie menuturkan, DS pastinya shock dan kemudian melaporkan hal negatif yang dialami kepada polisi.
Kondisi shock karena persepsi bahwa artis pujaan pasti memiliki karakter yang positif, membuat fans akan melakukan beragam reaksi termasuk berani melapor kepada polisi. Mengingat salah satu alasan kenapa orang begitu terobsesi kepada selebritas, menurut riset ialah ingin membebaskan diri dari realita kehidupan kita.
Gambaran dinamika kehidupan para selebritas yang begitu indah, mampu membuat para fans atau orang biasa melupakan berbagai kepenatan hidup. "Tentu saja ketika realita nyata tentang kehidupan artis yang berbeda ini tentu akan menjadi pukulan psikologis tersendiri bagi individu yang menjalaninya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Saipul Jamil diduga melakukan pelecahan seksual terhadap DS di rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.(Baca: Saipul Jamil Diduga Lakukan Pencabulan Sesama Jenis).
DS yang menjadi korban pencabulan Saipul Jamil mengalami trauma. DS pun mendapatkan assessment psikologi untuk mengetahui sejauh mana trauma yang dialaminya.(Baca: Dicabuli Saipul Jamil, DS Alami Trauma)
(whb)