Diduga Mabuk di Karaoke, Satpam Tewas Dicangkul Preman
Jum'at, 05 Februari 2016 - 23:30 WIB
Diduga Mabuk di Karaoke, Satpam Tewas Dicangkul Preman
A
A
A
BOGOR - Romli (40) satpam salah satu perusahaan di Bogor tewas setelah dikeroyok sejumlah preman saat sedang asyik karaoke di salah satu kafe di Jalan Raya Sodong, Kampung Rawa Rasus, RT 18/06, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Dua dari tiga pelaku pengeroyokan telah diringkus petugas kepolisian.
Salah seorang saksi, Priansah Dwi Cahyo (34) mengatakan, tak mengetahui penyebab korban dikeroyok ketiga preman tersebut. Sepengetahuannya, korban berlari keluar dari kafe dan tiba-tiba saja ambruk.
Di saat itu lah salah seorang pelaku memukul kepala korban menggunakan cangkul. Oleh warga sekitar, korban bergegas dilarikan ke RS terdekat. Namun Romli mengembuskan napas terakhir beberapa jam setelah mendapatkan perawatan.
"Kayaknya mereka mabuk di kafe itu. Saya enggak tahu penyebab pengeroyokan itu," ujarnya.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena menjelaskan, dua dari tiga pelaku yakni, MY (35) dan ZA (34) telah ditangkap polisi."Kami masih memburu pelaku lain berinisial EM. Penyebab pengeroyokan hingga korban tewas ini masih didalami penyidik. Dugaan semntara karena korban mengeluarkan kata-kata kasar," jelas Ita, Jumat (5/2/2016).
Salah seorang saksi, Priansah Dwi Cahyo (34) mengatakan, tak mengetahui penyebab korban dikeroyok ketiga preman tersebut. Sepengetahuannya, korban berlari keluar dari kafe dan tiba-tiba saja ambruk.
Di saat itu lah salah seorang pelaku memukul kepala korban menggunakan cangkul. Oleh warga sekitar, korban bergegas dilarikan ke RS terdekat. Namun Romli mengembuskan napas terakhir beberapa jam setelah mendapatkan perawatan.
"Kayaknya mereka mabuk di kafe itu. Saya enggak tahu penyebab pengeroyokan itu," ujarnya.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena menjelaskan, dua dari tiga pelaku yakni, MY (35) dan ZA (34) telah ditangkap polisi."Kami masih memburu pelaku lain berinisial EM. Penyebab pengeroyokan hingga korban tewas ini masih didalami penyidik. Dugaan semntara karena korban mengeluarkan kata-kata kasar," jelas Ita, Jumat (5/2/2016).
(whb)