Ridwan Kamil Sebut Tiga Kelompok yang Mendorongnya Maju di DKI
Jum'at, 22 Januari 2016 - 16:47 WIB
Ridwan Kamil Sebut Tiga Kelompok yang Mendorongnya Maju di DKI
A
A
A
BANDUNG - Nama Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, terus bergulir sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta.
Meski berkali-kali menegaskan akan bertahan di Bandung untuk menyelesaikan tugas dan sumpah jabatannya, pria yang akrab disapa Emil itu namanya terus mencuat.
Emil sendiri menyebut ada tiga kelompok yang mendorongnya agar menjadi gubernur DKI. Ketiga kelompok masing-masing memiliki tujuan berbeda dalam mendorongnya ke DKI.
"Yang mendorong saya ke Jakarta saya analisa ada tiga kelompok. Pertama, kelompok yang mendorong dengan ikhlas, demi kemajuan," ujar Emil di Pendopo Kota Bandung, Jumat (22/1/2016).
Kelompok kedua adalah mereka yang tidak senang Emil memimpin di Bandung. "Kalau saya enggak ada, dia tepuk tangan," ungkapnya.
Kelompok terakhir yang mendorongnya adalah kelompok yang punya tujuan jangka panjang agar Emil tidak maju lagi di Pilwakot Bandung mendatang.
"Dia sudah punya calon (wali kota) berikutnya, itu sudah kebaca yang dulunya anti saya jadi mendoakan agar saya pergi," jelasnya.
Jika Emil benar-benar terpilih jadi gubernur DKI, maka peta persaingan akan dinilai lebih ringan. "Setelah saya selidiki ternyata (mereka) sudah punya calon untuk wali Kota Bandung 2018. Kalau saya pergi berarti saingan berkurang," tuturnya.
Ia sendiri ogah ambil pusing memikirkan namanya yang terus digadang-gadang maju di Pilgub DKI.
Meski begitu, dunia politik yang bisa berubah kapan saja bisa saja mengubah hasrat Emil untuk bertahan di Bandung. "Saya belum mau memikirkan itu. Nanti saya jawab di waktu yang tepat," ucapnya.
Soal maju atau tidak dalam bursa Pilgub DKI, ia memberi sinyal hal itu terserah pada warga Bandung.
"Kalau warga Bandung rela (saya maju ke Jakarta), berarti warga Bandung tidak membutuhkan saya. Buat apa saya bekerja di situasi yang warganya tidak menginginkan saya," pungkasnya.
Meski berkali-kali menegaskan akan bertahan di Bandung untuk menyelesaikan tugas dan sumpah jabatannya, pria yang akrab disapa Emil itu namanya terus mencuat.
Emil sendiri menyebut ada tiga kelompok yang mendorongnya agar menjadi gubernur DKI. Ketiga kelompok masing-masing memiliki tujuan berbeda dalam mendorongnya ke DKI.
"Yang mendorong saya ke Jakarta saya analisa ada tiga kelompok. Pertama, kelompok yang mendorong dengan ikhlas, demi kemajuan," ujar Emil di Pendopo Kota Bandung, Jumat (22/1/2016).
Kelompok kedua adalah mereka yang tidak senang Emil memimpin di Bandung. "Kalau saya enggak ada, dia tepuk tangan," ungkapnya.
Kelompok terakhir yang mendorongnya adalah kelompok yang punya tujuan jangka panjang agar Emil tidak maju lagi di Pilwakot Bandung mendatang.
"Dia sudah punya calon (wali kota) berikutnya, itu sudah kebaca yang dulunya anti saya jadi mendoakan agar saya pergi," jelasnya.
Jika Emil benar-benar terpilih jadi gubernur DKI, maka peta persaingan akan dinilai lebih ringan. "Setelah saya selidiki ternyata (mereka) sudah punya calon untuk wali Kota Bandung 2018. Kalau saya pergi berarti saingan berkurang," tuturnya.
Ia sendiri ogah ambil pusing memikirkan namanya yang terus digadang-gadang maju di Pilgub DKI.
Meski begitu, dunia politik yang bisa berubah kapan saja bisa saja mengubah hasrat Emil untuk bertahan di Bandung. "Saya belum mau memikirkan itu. Nanti saya jawab di waktu yang tepat," ucapnya.
Soal maju atau tidak dalam bursa Pilgub DKI, ia memberi sinyal hal itu terserah pada warga Bandung.
"Kalau warga Bandung rela (saya maju ke Jakarta), berarti warga Bandung tidak membutuhkan saya. Buat apa saya bekerja di situasi yang warganya tidak menginginkan saya," pungkasnya.
(nag)