Dijanjikan Kerja di Irak, Puluhan Warga Batam Ditipu Calo
Jum'at, 22 Januari 2016 - 14:02 WIB
Dijanjikan Kerja di Irak, Puluhan Warga Batam Ditipu Calo
A
A
A
BATAM - Aksi penipuan dengan modus memberikan lapangan pekerjaan masih marak di Batam. Pelaku bernama Reza berhasil meraup keuntungan sampai puluhan juta dari pungutan puluhan pencari kerja melalui jasanya.
Informasinya, Reza mengaku kepada belasan korbannya dapat membantu memasukkan orang bekerja di salah satu galangan kapal di Irak.
Bahkan pelaku sudah mengantongi uang sebanyak Rp65 juta hasil pungutan dari korbannya. Setiap korban dimintai sejumlah uang untuk pelicin agar bisa berangkat ke Irak.
Warga yang membutuhkan tidak berpikir lagi, langsung menyetorkan uang yang dimintai pelaku. Pelaku meminta uang mulai dari Rp6 juta sampai Rp9 juta perorang kepada korban, supaya mulus mendapatkan pulus di Irak.
Uang yang diminta pelaku untuk keperluan pengurusan administrasi. Jika tidak diberikan korban, urusannya tidak bisa diproses pelaku.
Aksi pelaku ini udah berjalan sekitar 10 bulan lalu, belasan warga yang tertipu sejak menyetorkan uang tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan.
Tak terima ditipu, korban berusah mendapatkan uang mereka kembali. Nahaas, pelaku selalu berdalih masih mampu memberikan pekerjaan itu.
Salah seorang korban, Nita, warga Kaveling Flamboyan, Blok C 100, Kelurahan Seipelunggut, mengaku tak tahan lagi dengan aksi pelaku melaporkan kejadiannya di Polsek Sagulung.
Dia menceritakan, uang yang diberikannya kepada pelaku sebanyak Rp9 juta demi pekerjaan untuk adiknya yang pengangguran. Sejak 10 bulan lalu, pekerjaan yang dijajikan pelaku tak kunjung ada.
Bahkan dia sudah berkali-kali meminta uang kembali. Uangnya yang belum dikembalikan pelaku sebanyak Rp4 juta lagi.
"Saya mau memberikan uang itu, biar adik dapat pekerjaan. Tapi malah ditipu. Sudah 10 bulan uang tak balik pekerjaan tak dapat," kata Nita, Jumat (22/1/2015).
Sepengetahuannya, sudah ada 15 orang yang menjadi korban. Dia menyampaikan korban itu merupakan warga Sagulung dan Batam Centre. Pada Kamis 21 Januari 2016 malam, Nita bersama korban lainnya meminta uang mereka kembali ke rumah korban.
Namun, waktu itu malah pelaku mengembalikan uang sebanyak Rp500 ribu. Selama ini mereka belum berniat mempolisikan pelaku lantaran masih percaya kalau pelaku akan membalikkan uangnya.
Diketahui, pelaku bekerja salah satu perusahaan di Singapura, sehingga mudah saja bagi pelaku membalikkan uang mereka. Sayang, tidak sesuai dengan harapan.
"Yang saya tahu warga Sagulung sembilan orang dan enam orang warga Batam Centre. Kami sudah minta uang itu kembali, tapi dia tak mau balikkan," ujarnya.
Disampaikan, uang sebanyak itu tidak sedikit baginya. Saat ini mereka (korban) berusaha supaya pelaku dijebloskan ke dalam penjara.
Dia mengaku selama menyetorkan uang itu tidak ada bukti seperti matterai. Untuk saat ini masih menunggu korban lainnya untuk melaporkan kejadian yang menimpa mereka. Dia berharap supaya polisi menangkapnya.
"Sayangnya kami tak ada hitam putih atau kuitansi. Maunya uang kembali kalau tak jadi berangkat. Kami tak tahan lagi, biar pelaku ditangkap polisi," ujar Nita sambil menunggu korban lainnya datang ke Polsek Sagulung.
Informasinya, Reza mengaku kepada belasan korbannya dapat membantu memasukkan orang bekerja di salah satu galangan kapal di Irak.
Bahkan pelaku sudah mengantongi uang sebanyak Rp65 juta hasil pungutan dari korbannya. Setiap korban dimintai sejumlah uang untuk pelicin agar bisa berangkat ke Irak.
Warga yang membutuhkan tidak berpikir lagi, langsung menyetorkan uang yang dimintai pelaku. Pelaku meminta uang mulai dari Rp6 juta sampai Rp9 juta perorang kepada korban, supaya mulus mendapatkan pulus di Irak.
Uang yang diminta pelaku untuk keperluan pengurusan administrasi. Jika tidak diberikan korban, urusannya tidak bisa diproses pelaku.
Aksi pelaku ini udah berjalan sekitar 10 bulan lalu, belasan warga yang tertipu sejak menyetorkan uang tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan.
Tak terima ditipu, korban berusah mendapatkan uang mereka kembali. Nahaas, pelaku selalu berdalih masih mampu memberikan pekerjaan itu.
Salah seorang korban, Nita, warga Kaveling Flamboyan, Blok C 100, Kelurahan Seipelunggut, mengaku tak tahan lagi dengan aksi pelaku melaporkan kejadiannya di Polsek Sagulung.
Dia menceritakan, uang yang diberikannya kepada pelaku sebanyak Rp9 juta demi pekerjaan untuk adiknya yang pengangguran. Sejak 10 bulan lalu, pekerjaan yang dijajikan pelaku tak kunjung ada.
Bahkan dia sudah berkali-kali meminta uang kembali. Uangnya yang belum dikembalikan pelaku sebanyak Rp4 juta lagi.
"Saya mau memberikan uang itu, biar adik dapat pekerjaan. Tapi malah ditipu. Sudah 10 bulan uang tak balik pekerjaan tak dapat," kata Nita, Jumat (22/1/2015).
Sepengetahuannya, sudah ada 15 orang yang menjadi korban. Dia menyampaikan korban itu merupakan warga Sagulung dan Batam Centre. Pada Kamis 21 Januari 2016 malam, Nita bersama korban lainnya meminta uang mereka kembali ke rumah korban.
Namun, waktu itu malah pelaku mengembalikan uang sebanyak Rp500 ribu. Selama ini mereka belum berniat mempolisikan pelaku lantaran masih percaya kalau pelaku akan membalikkan uangnya.
Diketahui, pelaku bekerja salah satu perusahaan di Singapura, sehingga mudah saja bagi pelaku membalikkan uang mereka. Sayang, tidak sesuai dengan harapan.
"Yang saya tahu warga Sagulung sembilan orang dan enam orang warga Batam Centre. Kami sudah minta uang itu kembali, tapi dia tak mau balikkan," ujarnya.
Disampaikan, uang sebanyak itu tidak sedikit baginya. Saat ini mereka (korban) berusaha supaya pelaku dijebloskan ke dalam penjara.
Dia mengaku selama menyetorkan uang itu tidak ada bukti seperti matterai. Untuk saat ini masih menunggu korban lainnya untuk melaporkan kejadian yang menimpa mereka. Dia berharap supaya polisi menangkapnya.
"Sayangnya kami tak ada hitam putih atau kuitansi. Maunya uang kembali kalau tak jadi berangkat. Kami tak tahan lagi, biar pelaku ditangkap polisi," ujar Nita sambil menunggu korban lainnya datang ke Polsek Sagulung.
(nag)