Alasan Teroris di Jakarta Berpakaian Trendi

Selasa, 19 Januari 2016 - 12:25 WIB
Alasan Teroris di Jakarta...
Alasan Teroris di Jakarta Berpakaian Trendi
A A A
BANDUNG - Ada yang berbeda dari pelaku teror di Jakarta. Saat beraksi, mereka berpakaian cukup trendi. Seperti dalam foto yang beredar, pelaku teror yang membawa pistol terlihat memakai kaos, celana jeans, dan bertopi.

Jika dibandingkan dengan aksi teror di berbagai dunia, termasuk di Indonesia, pakaian yang dikenakan pelaku di Jakarta terbilang tidak lazim. Sebab selama ini para pelaku teror selalu mengatasnamakan Islam dan memperlihatkan identitas ke-Islaman.

Salah satu cirinya adalah para pelaku memiliki jenggot. Selain itu, mereka biasanya memakai celana cingkrang alias di atas mata kaki dan bersorban.

Pengamat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi, mengatakan bahwa identitas ke-Islaman tidak lagi dipakai oleh para pelaku teror. Itu karena pelaku teror saat ini berbeda generasi dengan pelaku teror yang lebih dulu muncul.

Identitas ke-Islaman pun hanya berlaku hingga generasi ketiga yaitu generasi Nurdin M. Top. Generasi setelah itu justru tidak lagi memakai identitas ke-Islaman.

Santoso dan kelompoknya misalnya, ini merupakan teroris generasi keempat. Kelompok ini sudah menanggalkan identitas berbau Islam saat melancarkan teror.

"Santoso itu generasi keempat, yang sekarang ini generasi kelima. Mereka tidak lagi memedulikan badan atau tampilan," kata Muradi, Selasa (19/1/2016).

Di benak para pelaku teror sekarang, yang terpenting adalah bagaimana melancarkan aksinya. "Tugas mereka menjadikan Indonesia sebagai negara Islam atau sesuai syariat yang mereka bayangkan. Itu lebih dari cukup dan mereka tidak perlu tampil seperti orang-orang yang sebelumnya," ungkapnya.

Hal serupa berlaku di kalangan pelaku teror yang tergabung dalam ISIS secara langsung. Dalam aksinya di berbagai negara, pelaku teror juga berpenampilan trendi.

"Paradigma itu mirip dengan ISIS. ISIS itu paradimanya dia begitu. Coba saja lihat, perhatikan, mereka tidak kemudian benar-benar mengikuti pola (berpakaian) syariah seperti yang dibayangkan, tapi lebih kepada soal bagaimana target tujuan, itu lebih penting," jelas Muradi.

"Makanya kalau sampai generasi ketiga itu orang pakai jeans itu haram, generasi keempat-kelima sudah pakai jeans. Seperti Santoso kan sudah pakai jeans dia, kemudian sekarang Afif dan teman-teman pakai jeans," bebernya.

Hal itu menurutnya menegaskan bahwa ada tren yang berubah di kalangan para pelaku teror. Itu justru akan membuat aparat keamanan makin sulit memberantas terorisme. Apalagi para pelaku sekarang berbaur dengan masyarakat dan gaya berpakaiannya tidak lagi ekslusif.
(nag)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
4 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved