3 Basis Gerakan ISIS di Bantul Dapat Pengawasan Ketat

Minggu, 17 Januari 2016 - 16:52 WIB
3 Basis Gerakan ISIS...
3 Basis Gerakan ISIS di Bantul Dapat Pengawasan Ketat
A A A
BANTUL - Tiga kecamatan di Bantul yang diduga menjadi basis gerakan ISIS mendapat pengawasan ekstra ketat Banser NU dan juga aparat Polres Bantul. Ketiga kecamatan itu masing-masing Kecamatan Pandak, Kasihan, dan Sewon.

Komandan Banser Bantul Muhammad Khozen mengungkapkan, di tiga kecamatan itu pernah muncul gerakan dan simbol ISIS beberapa tahun lalu sebelum ISIS dinyatakan organisasi terlarang.

"Sebelum dinyatakan terlarang, para pengikut-pengikut ISIS terang-terangan melakukan aktivitasnya. Bahkan, saya dulu dicari-cari ISIS. Tetapi teman-teman Banser sudah siaga," ujarnya, Minggu (17/1/2015).

Setelah pemerintah menyatakan ISIS merupakan gerakan terlarang para pengikut ISIS tak nampak lagi. Meski sudah tidak ada kegiatan, tetapi dia tetap mencurigai masih ada pengikut ISIS di Bantul.

Dia menengarai pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang banyak dikabarkan hilang tersebut sebenarnya adalah ISIS. Dan pihaknya tetap mewaspadai gerakan ISIS dan segala bentuk upaya memecah belah kesatuan bangsa.

Menurut Khozen, meskipun gerakan ISIS tidak ada secara kasat mata, namun dia menduga adanya koordinasi-koordinasi di antara pengikutnya. Mereka diduga banyak berkoordinasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Saat ini pengawasan berbagai pihak sangat ketat, sehingga mereka lebih banyak tiarap. Banser juga menerjunkan intelejen yang kami punya untuk memantau gerakan simpatisan dan pengikut ISIS," tambahnya.

Terpisah, Kabag Ops Polres Bantul Kompol Luthfi menambahkan, aparat Polres Bantul akan meningkatkan pengawasan terhadap organisasi massa (ormas) di Bantul yang sebelumnya dikenal keras.

Selain itu, polisi juga mengawasi secara khusus pengikut aliran Al Qiyadah Al Islamiyah yang kini masih banyak bertebaran di wilayah ini. Apalagi belakangan diketahui, para pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah bermetamorfosis menjadi Gafatar.

"Pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah merupakan embrio gerakan radikal. Setiap gerakan yang mencurigakan harus segera dilaporkan ke kami, biar kami yang mengawasi," terangnya.

Pasca teror bom di Jakarta, pihaknya mengintensifkan kegiatan pemeriksaan kendaraan. Tak hanya surat kelengkapan kendaraan, tetapi juga barang-barang bawaan yang muat.

Kegiatan ini mereka lakukan sebagai bentuk upaya aparat kepolisian mengatasi dan mempersempit ruang gerak teroris. Dengan mempersempit ruang gerak, dia berharap para teroris tidak melakukan aksinya.
(san)
Berita Terkait
Menjinakkan Terorisme
Menjinakkan Terorisme
Simpatisan ISIS yang...
Simpatisan ISIS yang Ditangkap di Sleman Berencana Lancarkan Aksi Teror Bom
Menakar Program Deradikalisasi
Menakar Program Deradikalisasi
Polisi Ungkap 19 Terduga...
Polisi Ungkap 19 Terduga Teroris di Makassar Siapkan Bom Bunuh Diri
6 Teror Bom di Indonesia...
6 Teror Bom di Indonesia Paling Menyita Perhatian Internasional
Bagaimana ISIS-Khorasan...
Bagaimana ISIS-Khorasan Menarget Rusia?
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
2 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
2 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
3 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
9 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
9 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
11 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved