Kapolri: Jenazah Korban Ledakan Sarinah Belum Bisa Dibawa Pulang
Jum'at, 15 Januari 2016 - 11:43 WIB
Kapolri: Jenazah Korban Ledakan Sarinah Belum Bisa Dibawa Pulang
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jendran Pol Badrodin Haiti menegaskan, kalau tujuh korban tewas ledakan Sarinah yang dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur belum boleh dibawa pulang. Pasalnya, tim dokkes masih melakukan proses identifikasi.
"Saya sudah lihat kondisi jenazah, kita bisa kroscek identitasnya. Sebagian bisa ditentukan (identitasnya)," ujar Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti pada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jaktim, Jumat (15/1/2016).
Menurutnya, lantaran tim dokkes tengah melakukan proses identifikasi terhadap tujuh jenazah korban tersebut. Ke tujuh jenazah itu pun belum bisa dibawa pulang, meskipun pihak keluarga telah mendatangi rumah sakit.
"Tidak ada yang bisa dibawa keluar dahulu. Memang sudah ada yang datang. Sudah ada yang diakui oleh keluarga, tapi masih dilakukan pencocokan data," pungkasnya.
Badrodin menambahkan, kalau proses identifikasi dan pencocokan data itu membutuhkan waktu. Selain itu, proses identifikasi tidak bisa hanya berdasarkan pengakuan belaka, melainkan dengan data seperti sidik jari dan DNA.
"Saya sudah lihat kondisi jenazah, kita bisa kroscek identitasnya. Sebagian bisa ditentukan (identitasnya)," ujar Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti pada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jaktim, Jumat (15/1/2016).
Menurutnya, lantaran tim dokkes tengah melakukan proses identifikasi terhadap tujuh jenazah korban tersebut. Ke tujuh jenazah itu pun belum bisa dibawa pulang, meskipun pihak keluarga telah mendatangi rumah sakit.
"Tidak ada yang bisa dibawa keluar dahulu. Memang sudah ada yang datang. Sudah ada yang diakui oleh keluarga, tapi masih dilakukan pencocokan data," pungkasnya.
Badrodin menambahkan, kalau proses identifikasi dan pencocokan data itu membutuhkan waktu. Selain itu, proses identifikasi tidak bisa hanya berdasarkan pengakuan belaka, melainkan dengan data seperti sidik jari dan DNA.
(ysw)