Terus Berpindah Kantor, Gafatar di Bantul Tetap Ditolak Warga

Rabu, 13 Januari 2016 - 15:52 WIB
Terus Berpindah Kantor,...
Terus Berpindah Kantor, Gafatar di Bantul Tetap Ditolak Warga
A A A
BANTUL - Perjalanan Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kabupaten Bantul ternyata tidak pernah mulus.

Meski secara resmi pemerintah kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) telah mengeluarkan surat keterangan terdaftar pada tanggal 27 Desember 2011 lalu, tetapi penolakan warga terus menyeruak di wilayah ini.

Kepala Kesbangpol Bantul Sumasriyana mengungkapkan sejak mendaftarkan diri pertama kali di Bantul, Gafatar memiliki sekretariat di Dusun Ngentak tepatnya di Jalan Bibis, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, awalnya kegiatan mereka direstui.

Kegiatan-kegiatan sosial banyak dilaksanakan oleh Gafatar mulai dari kerja bakti makam, pemeriksaan kesehatan hingga pelatihan masak-memasak untuk ibu PKK.

"Nah, Desember 2011 kami mengeluarkan SKT, bulan April 2012 muncul surat Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang melarang dari melayani permohonan SKT Gafatar menyusul ditemukannya nama Ahmad Musadek di daftar kepengurusan," tuturnya, Rabu (13/1/2016).

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa langsung menggugurkan SKT tersebut karena harus melalui syarat administratif yang berbelit bahkan hingga ke persidangan.

Setelah itu, di bulan Januari 2013 bekerjasama dengan intelejen negara, pihaknya lantas menghimbau kepada lurah, camat dan kepala Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) untuk tidak melayani kegiatan Gafatar.

Sejak saat itu, warga di seputaran Kasihan lantas menolak keberadaan kantor sekretariat di Kasihan. Berkali-kali Gafatar berusaha mendirikan kantor sekretariat di wilayah lain.
Usai di Kecamatan Kasihan, terpantau Gafatar hendak mendirikan kantor sekretariat di Dusun Bakulan, Desa Patalan, Kecamatan Jetis tetapi juga ditolak warga.

Mereka lantas bergerak ke Piyungan dan terakhir akan mendirikan di Kecamatan Sewon tetapi juga ditolak.

"Mereka berkantor keliling. Kegiatan tetap banyak di Bantul, tetapi rapatnya di luar Bantul," tambahnya.

Organisasi dengan simbol matahari terbit yang memancarkan 12 sinar dengan bertuliskan Gerakan Fajar Nusantara ini juga sempat berkeinginan membangun makam khusus anggota Gafatar.

Mereka bahkan sudah membeli sebidang tanah di Kasihan untuk keperluan makam tersebut. Namun lantas juga mendapat penolakan dari masyarakat Bantul, tanah tersebut kemudian dijual.

Sumasriyana mengaku terakhir melakukan komunikasi dengan Gafatar awal tahun 2015 lalu. Saat itu ada tiga orang yang mengaku pengurus baru dari Gafatar menghadap dirinya.

Tiga orang pengurus tersebut mengeluh mereka mendapatkan penolakan dari lurah dan camat terhadap mereka yang hendak melakukan audiensi.

Alasan hukum yang mereka bawa saat itu adalah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang keormasan yang merubah beberapa pasal. "Tetapi saya tetap menolak mereka," tegasnya.

Pejabat Bupati Bantul, Sigit Sapto Raharjo mengaku masih akan melakukan kajian terkait Gafatar. Pihaknya belum bisa membekukan dan menunggu laporan dari Kesbangpol serta perintah dari Pemerintah DIY.

Namun karena sudah dinyatakan dilarang maka secara otomatis Gafatar juga dibekukan di daerah. "Saya belum berkomunikasi lebih luas dengan Kesbangpol," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkini
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
32 menit yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter
1 jam yang lalu
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Jalan Medan Merdeka Timur Macet
1 jam yang lalu
Sukseskan MBG, Aliansi...
Sukseskan MBG, Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 Luncurkan Gerakan Minum Susu
1 jam yang lalu
389 Personel Polisi...
389 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Konser Akbar Monas 2026
2 jam yang lalu
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved