Psikolog: Polisi Harus Kerja Keras Selidiki Kematian Mirna
Selasa, 12 Januari 2016 - 19:00 WIB
Psikolog: Polisi Harus Kerja Keras Selidiki Kematian Mirna
A
A
A
JAKARTA - Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan kalau polisi perlu kerja ekstra untuk menyelidiki kematian Mirna Salihin (27) usai minum kopi di Restoren Olivier, Jakpus.
Mengenai adanya dugaan zat sianida dalam kematian Mirna, perlu dibuktikan secara pasti.
Dia menegaskan, seandainya sianida digunakan untuk membunuh maka besar kemungkinan pelaku pembunuhan sekarang ini mengganti alat yang digunakan. (Baca: Ini Ucapan Mirna Usai Menyeruput Kopinya)
"Itu jika memang kasus ini benar-benar pembunuhan. Karena memang sedikit pembunuhan yang pakai racun," jelasnya ketika dihubungi, Selasa (12/1/2016).
Pembunuh yang pakai racun, tentu ingin efek mematikan berlangsung cepat, kecil peluang korban diselamatkan, dan tidak ingin berada di lokasi saat korban menderita lalu tewas.
"Jadi polisi harus lebih ekstra untuk melakukan penyelidikan," katanya. Jadi, siapa pembunuh Mirna? Reza menduga pembunuhnya justru tidak semeja dengan korban.
PILIHAN:
Gerindra Tak Percaya Ridwan Kamil Menolak Dicalonkan
Mengenai adanya dugaan zat sianida dalam kematian Mirna, perlu dibuktikan secara pasti.
Dia menegaskan, seandainya sianida digunakan untuk membunuh maka besar kemungkinan pelaku pembunuhan sekarang ini mengganti alat yang digunakan. (Baca: Ini Ucapan Mirna Usai Menyeruput Kopinya)
"Itu jika memang kasus ini benar-benar pembunuhan. Karena memang sedikit pembunuhan yang pakai racun," jelasnya ketika dihubungi, Selasa (12/1/2016).
Pembunuh yang pakai racun, tentu ingin efek mematikan berlangsung cepat, kecil peluang korban diselamatkan, dan tidak ingin berada di lokasi saat korban menderita lalu tewas.
"Jadi polisi harus lebih ekstra untuk melakukan penyelidikan," katanya. Jadi, siapa pembunuh Mirna? Reza menduga pembunuhnya justru tidak semeja dengan korban.
PILIHAN:
Gerindra Tak Percaya Ridwan Kamil Menolak Dicalonkan
(ysw)