Dewan Soroti Temuan BPK Rp29 M di Disdik Subang

Minggu, 29 November 2015 - 15:53 WIB
Dewan Soroti Temuan...
Dewan Soroti Temuan BPK Rp29 M di Disdik Subang
A A A
SUBANG - Kinerja Dinas Pendidikan (disdik) Kabupaten Subang terus mendapat sorotan dari kalangan dewan.

Setelah persoalan ruang kelas baru (RKB) di SMPN 4 Pagaden yang tak terpakai (mubadzir), kali ini, DPRD memersoalkan aset dinas senilai Rp29 miliar yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Temuan soal aset ini sangat disesalkan, apalagi nilainya besar mencapai Rp29 miliar. Jangan sampai aset sebesar itu tidak jelas keberadaan fisiknya, berpindah tangan, atau dikuasai pihak lain secara tidak sah," ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Subang, Nurul Munim, Minggu (29/11/2015).

Temuan BPK tersebut, tutur dia, mengindikasikan ada persoalan serius di tubuh dinas, menyangkut tata kelola dan kinerja yang kian menurun.

"Kalau tatakelola asetnya bagus, temuan sebesar ini tak bakal ada. Makanya, temuan ini harus mendapat perhatian khusus dinas, untuk segera dibenahi. Sebab, kalau fisik aset-aset itu tak jelas keberadaannya, negara tentu dirugikan," papar Munim.

Selain temuan BPK, pihak legislator juga menyoroti segudang persoalan lain di dinas tersebut. Di antaranya, banyaknya kepala sekolah (kasek) yang sudah demosi (habis masa jabatan) tapi masih dipertahankan (tidak segera diganti) tanpa alasan jelas.

Kemudian rendahnya insentif guru honor serta masih adanya sekolah kekurangan fasilitas seperti di SMKN Compreng, dimana para siswa terpaksa harus belajar di bawah pohon, karena tak memiliki kelas dan bangku.

"Dan baru-baru ini mengenai tak terpakainya RKB di SMPN 4 Pagaden, akibat kualitas pekerjaan buruk. Meski pekerjaannya dilaksanakan pemborong, tapi dinas wajib mengontrol kualitas pembangunannya," tegas Munim.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, HE Kusdinar, mengungkapkan, aset yang menjadi temuan BPK ini tersebar di 876 sekolah dasar (SD). Bentuknya ada yang berupa lahan, bangunan dan barang.

"Tapi mayoritas berupa barang, seperti laptop sekolah, buku-buku, dan lainnya, yang semua ini pengadaannya dibiayai dana BOS (bantuan operasional sekolah,red). Nilai seluruh aset itu sekitar Rp29 miliaran," katanya.

Dia mengklaim, dari sisi administrasi, seluruh aset tersebut ada dan tercatat dalam dokumentasi. Namun secara fisik, masih harus ditelusuri dan dibuktikan keberadaan fisiknya.

"Memang, di administrasi kami, aset-aset itu ada tercatat, angkanya (jumlah dan nilainya,red) juga ada. Cuma fisiknya masih harus divalidasi. Saat ini tinggal menunggu bukti fisiknya saja," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
45 menit yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
54 menit yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
1 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
1 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
3 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
4 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved