Tuntut UMK, Ribuan Buruh Kepung Rumah Dinas Gubernur

Jum'at, 20 November 2015 - 14:24 WIB
Tuntut UMK, Ribuan Buruh...
Tuntut UMK, Ribuan Buruh Kepung Rumah Dinas Gubernur
A A A
BANDUNG - Ribuan buruh mengepung rumah dinas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jumat (20/11/2015) siang. Mereka juga memblokir jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Massa yang merupakan perwakilan dari 13 organisasi dan serika buruh se-Jawa Barat, tampak berkumpul di depan gerbang rumah dinas. Kawat berduri pun dipasang polisi agar massa tidak merangsek ke dalam.

Beberapa buruh berdiri tepat di depan pagar dan kawat berduri. Sedangkan di depannya, massa berkumpul dan duduk di jalan. Saat bersamaan, masing-masing perwakilan buruh berorasi di atas mobil bak terbuka.

Ketua KSPSI Jawa Barat Roy Jinto mengatakan, aksi sengaja tidak digelar di Gedung Sate seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebab buruh ingin aspirasinya didengar langsung dan diterima Aher.

"Di Gedung Sate kita tidak pernah ditanggapi, makanya melaksanakan aksi di rumah dinas," ujar Roy.

Kedatangan massa adalah untuk mengawal pengesahan upah minimum kabupaten/kota oleh Aher. Massa ingin Aher menetapkan UMK di atas 25 persen untuk seluruh kabupaten/kota.

Hal itu bertentangan dengan pernyataan Aher yang mengatakan UMK harus sesuai dengan peraturan pemerintah yaitu sebesar 11,5 persen. Sementara kenyataan di lapangan, buruh ingin kenaikkan UMK jauh lebih besar dari itu.

"Kita minta gubernur mengabaikan PP. Ada apa dengan gubernur sehingga begitu ngotot memaksakan menggunakan PP itu," tegasnya.

Alasannya, ada daerah lain yang tidak memakai PP sebagai acuan untuk menentukan besaran kenaikan UMK. "DKI saja mengabaikan PP (dalam menentukan kenaikan UMK). Jawa Tengah dan Jawa Timur juga tidak memakai PP. Kenapa Jawa Barat begitu memaksakan memakai PP," sebutnya.

Bahkan akibat dari kebijakan Aher yang akan memakai PP sebagai acuan untuk kenaikan UMK, menurutnya beberapa rekomendasi UMK dikembalikan yaitu diantaranya Kota Bandung dan Kabupaten Purwakarta.

Keduanya sama-sama menaikkan UMK di atas 11,5 persen. "Ini yang membuat kita kecewa. Kenapa ini harus dipaksakan," tandas Roy.
(nag)
Berita Terkait
Massa Buruh Bersama...
Massa Buruh Bersama Rakyat Heningkan Cipta hingga Bakar Tikus Berdasi
6 Tuntutan Buruh Menggema,...
6 Tuntutan Buruh Menggema, Aktivitas Gedung DPR Lengang
Buruh Demo di Depan...
Buruh Demo di Depan DPR Sambil Koreografi Barisan Perjuangan
Ribuan Buruh Bakal Geruduk...
Ribuan Buruh Bakal Geruduk Istana Besok, Ini 3 Tuntutan Utama
Ribuan Buruh Dijadwalkan...
Ribuan Buruh Dijadwalkan Gelar Aksi di Patung Kuda Monas Hari Ini
Ribuan Buruh Lakukan...
Ribuan Buruh Lakukan Demo Menolak Tapera di Istana
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
2 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
2 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
11 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved