Diduga Jadikan Pejabat ATM Berjalan, Kejari Blitar Didemo
Rabu, 18 November 2015 - 20:12 WIB
Diduga Jadikan Pejabat ATM Berjalan, Kejari Blitar Didemo
A
A
A
BLITAR - Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar diserbu ratusan pengunjuk rasa yang geram karena aparat kejari diduga menjadikan pejabat Pemkab Blitar sebagai ATM berjalan.
Massa dari Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) mendesak pengusutan dugaan praktik pemerasan bermodus pemeriksaan kasus korupsi yang dilakukan oknum aparat kejaksaan terhadap pejabat Pemkab Blitar.
Para pejabat mulai tingkat Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah hingga kepala sekolah dipaksa memberikan sejumlah uang untuk penghentian kasus.
"Korbannya merata. Mulai tingkat kepala sekolah sampai kepala dinas. Copot oknum pejabat kejaksaan nakal, " teriak Koordinator Aksi Joko Prasetyo di depan massa Rabu (18/11/2015).
Nominal uang pemerasan, kata dia bervariasi pada kelompok kepala sekolah masing masing Rp20 juta-Rp 50 juta.
Sedangkan di level kepala dinas, setiap korban sampai merogoh kocek Rp100 juta-Rp250 juta. Praktik kejahatan ini, kata Joko bersekongkol dengan oknum LSM dan wartawan.
Oknum LSM dan wartawan berperan sebagai penyuplai data. Sedangkan oknum kejaksaan menjadi eksekutornya.
"Modusnya korban dipanggil ke kejaksaan dengan alasan telah melakukan korupsi. Disitulah praktik pemerasan terjadi, " timpal Joko.
Ada delapan korban yang sudah melaporkan diri ke Kejaksaan Tinggi Surabaya. Dari para pejabat itu tiga diantaranya sudah diperiksa.
Informasi yang dihimpun, para pejabat yang telah menjadi saksi korban itu diantaranya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Badan Pemberdayaan Masyarakat. Menurut Joko pihaknya sudah membawa permasalahan ini ke Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung.
Dalam aksi ini dia menegaskan tidak dalam rangka membela pejabat korup. Bila memang yang bersangkutan terbukti melakukan korupsi, dia mendesak untuk diusut tuntas. "Dan oknum kejaksaan yang melakukan pemerasan harus juga dipecat, " pungkas Joko.
Dalam aksi ini massa menggelar mimbar bebas di depan kantor kejaksaan. Massa bergantian berorasi. Sayangnya tidak ada satupun pejabat kejaksaan yang menemui.
Informasinya, Kajari Blitar sedang dinas luar kota. Begitu juga Kasi Intel Hargo Bawono tidak berada di tempat.
Massa dari Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) mendesak pengusutan dugaan praktik pemerasan bermodus pemeriksaan kasus korupsi yang dilakukan oknum aparat kejaksaan terhadap pejabat Pemkab Blitar.
Para pejabat mulai tingkat Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah hingga kepala sekolah dipaksa memberikan sejumlah uang untuk penghentian kasus.
"Korbannya merata. Mulai tingkat kepala sekolah sampai kepala dinas. Copot oknum pejabat kejaksaan nakal, " teriak Koordinator Aksi Joko Prasetyo di depan massa Rabu (18/11/2015).
Nominal uang pemerasan, kata dia bervariasi pada kelompok kepala sekolah masing masing Rp20 juta-Rp 50 juta.
Sedangkan di level kepala dinas, setiap korban sampai merogoh kocek Rp100 juta-Rp250 juta. Praktik kejahatan ini, kata Joko bersekongkol dengan oknum LSM dan wartawan.
Oknum LSM dan wartawan berperan sebagai penyuplai data. Sedangkan oknum kejaksaan menjadi eksekutornya.
"Modusnya korban dipanggil ke kejaksaan dengan alasan telah melakukan korupsi. Disitulah praktik pemerasan terjadi, " timpal Joko.
Ada delapan korban yang sudah melaporkan diri ke Kejaksaan Tinggi Surabaya. Dari para pejabat itu tiga diantaranya sudah diperiksa.
Informasi yang dihimpun, para pejabat yang telah menjadi saksi korban itu diantaranya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Badan Pemberdayaan Masyarakat. Menurut Joko pihaknya sudah membawa permasalahan ini ke Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung.
Dalam aksi ini dia menegaskan tidak dalam rangka membela pejabat korup. Bila memang yang bersangkutan terbukti melakukan korupsi, dia mendesak untuk diusut tuntas. "Dan oknum kejaksaan yang melakukan pemerasan harus juga dipecat, " pungkas Joko.
Dalam aksi ini massa menggelar mimbar bebas di depan kantor kejaksaan. Massa bergantian berorasi. Sayangnya tidak ada satupun pejabat kejaksaan yang menemui.
Informasinya, Kajari Blitar sedang dinas luar kota. Begitu juga Kasi Intel Hargo Bawono tidak berada di tempat.
(sms)