Puting Beliung Rusak Puluhan Pabrik dan Rumah di Majalengka
Selasa, 10 November 2015 - 18:48 WIB
Puting Beliung Rusak Puluhan Pabrik dan Rumah di Majalengka
A
A
A
MAJALENGKA - Sedikitnya 32 pabrik genting dan dua rumah di Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, rusak akibat angin puting beliung, Selasa (10/11/2015).
Selain bangunan fisik, kejadian tersebut juga melukai satu orang warga di bagian kepala akibat terkena serpihan puing-puing bangunan pabrik.
Kepala Desa Ranji Kulon Arif Sunandar mengatakan peristiwa angin puting beliung yang terjadi di desanya terjadi pukul 14.00 WIB. "Ada dua rumah warga kami yang tertimpa pohon akibat bencana angin puting beliung ini," ucapnya, Selasa (10/11/2015).
Camat Kasokandel Nana Suprijatna menambahkan, tak hanya puluhan pabrik dan dua rumah, musibah itu mengakibatkan plafon di Kantor Kecamatan Kasokandel ambruk.
"Saat itu hujan lebat disertai angin kencang menerjang genting hingga bocor, kantor kami juga kebanjiran karena gentingnya rusak," tuturnya.
Dia menambahkan, kerugian belum bisa diprediksi karena sebagian alat-alat kantor seperti komputer, printer, kursi, meja, dan lain sebagainya terkena air hujan.
"Kalau musibah di desa terjadi antara lain di Desa Gunung Sari berupa ambruknya puluhan pabrik bata dan rumah roboh di Desa Ranji Kulon," katanya.
Kapolsek Kasokandel Ipda Wawan Setiawan didampingi Subbag Humas Polres Majalengka Bripka Riyana mengatakan, bencana itu menumbangkan pohon mangga yang menimpa rumah warga dan bangunan pabrik.
"Selain menimpa rumah dan bangunan pabrik, ada satu warga mengalami luka bernama Emoh, warga Blok Bima Desa Ranji Kulon yang kala itu tengah bekerja mencetak bata merah di lokasi pabrik bata," tuturnya.
Menurut dia, saat itu korban tengah berteduh di bawah atap pabrik karena sedang hujan lebat. Namun, tiba-tiba pabrik tersebut terkena pohon tumbang dan serpihannya mengenai bagian tubuh korban.
"Korban langsung dilarikan ke RSUD Cideures Kadipaten untuk mendapatkan perawatan secara intensif."
Sedangkan rumah yang tertimpa pohon milik Asti Dwi Turani (19), yang mengalami kerugian materil sekira Rp40 juta. Sementara satu lagi milik milik Idrus, (68), dengan kerugian sekitar Rp10 juta. "Kalau bangunan pabrik mengalami kerugian hingga Rp100 juta."
Selain bangunan fisik, kejadian tersebut juga melukai satu orang warga di bagian kepala akibat terkena serpihan puing-puing bangunan pabrik.
Kepala Desa Ranji Kulon Arif Sunandar mengatakan peristiwa angin puting beliung yang terjadi di desanya terjadi pukul 14.00 WIB. "Ada dua rumah warga kami yang tertimpa pohon akibat bencana angin puting beliung ini," ucapnya, Selasa (10/11/2015).
Camat Kasokandel Nana Suprijatna menambahkan, tak hanya puluhan pabrik dan dua rumah, musibah itu mengakibatkan plafon di Kantor Kecamatan Kasokandel ambruk.
"Saat itu hujan lebat disertai angin kencang menerjang genting hingga bocor, kantor kami juga kebanjiran karena gentingnya rusak," tuturnya.
Dia menambahkan, kerugian belum bisa diprediksi karena sebagian alat-alat kantor seperti komputer, printer, kursi, meja, dan lain sebagainya terkena air hujan.
"Kalau musibah di desa terjadi antara lain di Desa Gunung Sari berupa ambruknya puluhan pabrik bata dan rumah roboh di Desa Ranji Kulon," katanya.
Kapolsek Kasokandel Ipda Wawan Setiawan didampingi Subbag Humas Polres Majalengka Bripka Riyana mengatakan, bencana itu menumbangkan pohon mangga yang menimpa rumah warga dan bangunan pabrik.
"Selain menimpa rumah dan bangunan pabrik, ada satu warga mengalami luka bernama Emoh, warga Blok Bima Desa Ranji Kulon yang kala itu tengah bekerja mencetak bata merah di lokasi pabrik bata," tuturnya.
Menurut dia, saat itu korban tengah berteduh di bawah atap pabrik karena sedang hujan lebat. Namun, tiba-tiba pabrik tersebut terkena pohon tumbang dan serpihannya mengenai bagian tubuh korban.
"Korban langsung dilarikan ke RSUD Cideures Kadipaten untuk mendapatkan perawatan secara intensif."
Sedangkan rumah yang tertimpa pohon milik Asti Dwi Turani (19), yang mengalami kerugian materil sekira Rp40 juta. Sementara satu lagi milik milik Idrus, (68), dengan kerugian sekitar Rp10 juta. "Kalau bangunan pabrik mengalami kerugian hingga Rp100 juta."
(zik)