Pengelolaan TIM Diubah, Ahok Rugikan DKI Jakarta

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 17:46 WIB
Pengelolaan TIM Diubah,...
Pengelolaan TIM Diubah, Ahok Rugikan DKI Jakarta
A A A
JAKARTA - Keputusan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengalihkan pengelolaan dari Badan Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ-TIM) menjadi Unit Pengelola dinilai akan menjadi kerugian bagi DKI Jakarta.

Paparan kerugian tersebut diungkap Kepala Badan Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ-TIM) juga merangkap sebagai Direktur Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) Bambang Subekti.

"Yang pertama tentunya dari sumber daya manusia (SDM) yang ada," sebut Bambang di Gedung Graha Bhakti Budaya, TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015).

Menurut Bambang, SDM yang ada sekarang yaitu karyawan swasta sebanyak 103 untuk PKJ-TIM dan 25 untuk Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) adalah SDM yang telah mengenal seni sejak lama. Mereka merupakan seniman yang cukup handal dan dekat dengan TIM.

"Jadi ketika dikelola menjadi Unit Pengelola yang isinya adalah pegawai negeri sipil (PNS) semua maka DKI akan kehilangan orang-orang atau tim ahli bagian seni yang sudah mengerti seluk-beluk TIM ini," ujar Bambang.

Tak hanya itu, pelayanan masyarakat yang biasanya dilakukan oleh Badan Pengelola menjadi mudah akan lebih sulit jika diubah menjadi Unit Pengelola.

"Jika dulu sampai sekarang sebelum dialihkan, jika ada masyarakat yang menggunakan gedung PKJ-TIM dan di GKJ mereka tidak perlu lagi mengurus izin kepolisian, mengurus mengenai tiket, user, pajak karena semua diurus oleh badan pengelola. Sementara jika dikelola oleh unit pengelola tidak akan baik dari sekarang," tukasnya.

Tak hanya itu, kemungkinan dari ratusan karyawan swasta akan dirumahkan atau di PHK karena ada pengalihan BP menjadi UP.

"Mereka kemarin digaji sesuai dengan keahlian mereka. Kalau mereka direkrut misalnya jadi pekerja kontrak atau PHL maka gajinya seragam yaitu Rp2,7 juta dan itu pasti tidak adil dan mana mau juga mereka," tukasnya.

PILIHAN:

Cerita Polisi Menjinakkan Mother of Satan di Rumah Bomber Alam Sutera

Karyawan Taman Ismail Marzuki Tolak Kebijakan Ahok
(hyk)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
10 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
10 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
11 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
17 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
17 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
19 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved