Pengamat: Tarif Mau Naik tapi Pelayanan Masih Bobrok
Rabu, 21 Oktober 2015 - 10:57 WIB
Pengamat: Tarif Mau Naik tapi Pelayanan Masih Bobrok
A
A
A
JAKARTA - Rencana kenaikan tarif commuter line pada November 2015 ditanggapi sinis Pengamat Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan.
“Tarif naik, pelayanan bobrok. Sering telat, ada gangguan, anjlok lah itu lah ini lah. Kemarin yang paling parah itu kecelakaan di Stasiun Juanda,” tegasnya kepada Sindonews, Rabu (21/10/2015).
Meskipun begitu, Azas mengapresiasi pelayanan PT KCJ yang dikatakan agak sedikit lebih baik dari pelayanan Transjakarta yang kerap mengalami kendala di lapangan. (Baca: Subsidi Habis, Tarif Commuter Line Naik November)
Selain itu, Azas meminta ada audit keuangan di tubuh PT KCJ. Hal tersut menurutnya harus dilakukan lantaran tidak pernah ada transparansi mengenai manajemen keuangannya.
“Gini deh sekarang penggunaan PSO pernah diaudit gak? berapa didapet dana subsidi untuk berapa pengguna? Belum dari iklan? Harusnya diumumkan ke publik dong. Ini kan pakai dana dari publik (PSO) juga dan jadinya kalau kayak gini gak transparan. Kalau mau tampilkan laporan keuangan di website KCJ nya,” ujarnya.
Selain mengkritisi rencana kenaikan tarif, Azas juga berpesan kepada KCJ untuk terus meningkatkan pelayannnya.
Pasalnya, saat ini Kemehub tengah membicarakan pemberian kontrak subsidi Public Service Obligation (PSO) dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terbaru.
PILIHAN:
Penculik Mahasiswi UI Dibekuk Saat Ambil Uang Tebusan
Nyopet di Commuter Line, Mulyadi Dipajang di Stasiun Manggarai
“Tarif naik, pelayanan bobrok. Sering telat, ada gangguan, anjlok lah itu lah ini lah. Kemarin yang paling parah itu kecelakaan di Stasiun Juanda,” tegasnya kepada Sindonews, Rabu (21/10/2015).
Meskipun begitu, Azas mengapresiasi pelayanan PT KCJ yang dikatakan agak sedikit lebih baik dari pelayanan Transjakarta yang kerap mengalami kendala di lapangan. (Baca: Subsidi Habis, Tarif Commuter Line Naik November)
Selain itu, Azas meminta ada audit keuangan di tubuh PT KCJ. Hal tersut menurutnya harus dilakukan lantaran tidak pernah ada transparansi mengenai manajemen keuangannya.
“Gini deh sekarang penggunaan PSO pernah diaudit gak? berapa didapet dana subsidi untuk berapa pengguna? Belum dari iklan? Harusnya diumumkan ke publik dong. Ini kan pakai dana dari publik (PSO) juga dan jadinya kalau kayak gini gak transparan. Kalau mau tampilkan laporan keuangan di website KCJ nya,” ujarnya.
Selain mengkritisi rencana kenaikan tarif, Azas juga berpesan kepada KCJ untuk terus meningkatkan pelayannnya.
Pasalnya, saat ini Kemehub tengah membicarakan pemberian kontrak subsidi Public Service Obligation (PSO) dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terbaru.
PILIHAN:
Penculik Mahasiswi UI Dibekuk Saat Ambil Uang Tebusan
Nyopet di Commuter Line, Mulyadi Dipajang di Stasiun Manggarai
(ysw)