Banyak Masalah, Tarif Commuter Line Belum Layak untuk Naik
Selasa, 20 Oktober 2015 - 22:01 WIB
Banyak Masalah, Tarif Commuter Line Belum Layak untuk Naik
A
A
A
JAKARTA - Pengguna Commuter Line mengaku kecewa dengan rencana kenaikan tarif transportasi massal itu. Karena, kenaikan tarif itu tidak sebanding dengan pelayanan dari pihak PT Keret Commuterline Jabodetabek (KCJ).
"Sebal kalau naik (Commuter Line), apaan kereta saja masih sering penuh, enggak tepat waktu masa (tarifnya) naik," keluh Nani Suherni (25), warga Bekasi yang kerap menggunakan Commuter Line saat berbincang dengan Sindonews, Selasa (20/10/2015).
Karyawan swasta di wilayah Jakarta Pusat ini mengaku, terkejut dengan rencana kainakan tarif tersebut. Karena, selama ini pelayanan KCJ masih buruk.
"Tahu kayak begitu kemarin-kemarin jangan bilang turunin harga, pokoknya sekarang kereta dibanyakin, jamnya jangan telat. Jangan suka ngetem, sudah kayak angkot saja," tukas Nani.
Selain Nani, Rizky (29), salah seorang pegawai swasta di bank ini mengaku sering mengajak anaknya menaiki KRL setiap hari libur. Rizky mengaku, seharusnya transportasi itu dijadikan transportasi yang merakyat bukan sebaliknya.
"Katanya mau mengurangi kendaraan pribadi, kalau naik tarifnya malahan nanti pada pindah ke kendaraan pribadi lagi," tukasnya. (Baca: Subsidi Habis, Tarif Commuter Line Naik November)
Sementara itu, Rany (26) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu BUMN mengaku, kerap menggunakan roda baja itu untuk berangkat dan pulang bekerja. Karena, biayanya murah dibanding transportasi umum lainnya.
"Ya ongkos nambah banyak, kalau mau naik ya harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan, kalau kayak begitu enggak masalah. Ini saja numpuk di peron karena jadwalnya sering terlambat," tukasnya. (Baca: Tarif Commuter Line Naik, Masyarakat Dikorbankan)
Sebelumnya, PT KCJ berencana menaikan tarif pada bulan November. Kenaikan ini dikarenakan subsidi untuk penumpang KRL telah habis bulan mendatang.
PILIHAN:
Sekjen Ditangkap, Ini Kata Ketua Umum Jakmania
"Sebal kalau naik (Commuter Line), apaan kereta saja masih sering penuh, enggak tepat waktu masa (tarifnya) naik," keluh Nani Suherni (25), warga Bekasi yang kerap menggunakan Commuter Line saat berbincang dengan Sindonews, Selasa (20/10/2015).
Karyawan swasta di wilayah Jakarta Pusat ini mengaku, terkejut dengan rencana kainakan tarif tersebut. Karena, selama ini pelayanan KCJ masih buruk.
"Tahu kayak begitu kemarin-kemarin jangan bilang turunin harga, pokoknya sekarang kereta dibanyakin, jamnya jangan telat. Jangan suka ngetem, sudah kayak angkot saja," tukas Nani.
Selain Nani, Rizky (29), salah seorang pegawai swasta di bank ini mengaku sering mengajak anaknya menaiki KRL setiap hari libur. Rizky mengaku, seharusnya transportasi itu dijadikan transportasi yang merakyat bukan sebaliknya.
"Katanya mau mengurangi kendaraan pribadi, kalau naik tarifnya malahan nanti pada pindah ke kendaraan pribadi lagi," tukasnya. (Baca: Subsidi Habis, Tarif Commuter Line Naik November)
Sementara itu, Rany (26) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu BUMN mengaku, kerap menggunakan roda baja itu untuk berangkat dan pulang bekerja. Karena, biayanya murah dibanding transportasi umum lainnya.
"Ya ongkos nambah banyak, kalau mau naik ya harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan, kalau kayak begitu enggak masalah. Ini saja numpuk di peron karena jadwalnya sering terlambat," tukasnya. (Baca: Tarif Commuter Line Naik, Masyarakat Dikorbankan)
Sebelumnya, PT KCJ berencana menaikan tarif pada bulan November. Kenaikan ini dikarenakan subsidi untuk penumpang KRL telah habis bulan mendatang.
PILIHAN:
Sekjen Ditangkap, Ini Kata Ketua Umum Jakmania
(mhd)