Ini Kata Penumpang Commuter Line Soal Rencana Kenaikan Tarif
Selasa, 20 Oktober 2015 - 19:24 WIB
Ini Kata Penumpang Commuter Line Soal Rencana Kenaikan Tarif
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah penumpang commuterline merasa keberatan dengan rencana PT KAI untuk menaikan tarif KRL. Mereka berpendapat, belum saatnya PT KAI menaikan tarif di tengah kesulitan ekonomi warga yang cukup parah.
Seperti yang diutarakan Faqih (28) warga Depok, Jawa Barat. Dia menilai jika kenaikan tarif sangat memberatkan pengguna KRL, khususnya bagi pengguna yang menempuh jarak jauh seperti dirinya.
"Kalau sebelum naik saya bisa kena Rp7.000 sekali jalan dari Depok ke Serang (Banten). Nah, kalau jadi naik, bisa-bisa saya kena Rp11.000. Ya kalau bisa jangan naik, soalnya berasa juga kalau dihitung-hitung," jelasnya.
Sementara itu, sebagian pengguna mengaku tidak keberatan jika kenaikan tarif cukup terjangkau. Jika cuma naik Rp 1.000 sama Rp 500 sebenarnya tidak masalah, karena pelayanan yang ada saat ini suddah terbilang bagus.
"Subsidi yang seharusnya masuk ke penumpang, bisa dilokasikan ke kebutuhan lainnya," jelas Yudha Bhatara (30) warga Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. (Baca: Subsidi Habis, November Tarif Commuter Line Naik)
Namun, staf Sinar Mas Thamrin itu pun menambahkan jika alokasi subsidi harus diatur secara baik, sehingga tarif KRL tidak terus berfluktuatif dalam jangka waktu dekat.
"Kalau usul saya supaya bisa diatur jelas saja, jadi masyarakat yang awam tidak bingung," tutupnya.
PILIHAN:
Sekjen Ditangkap, Ini Kata Ketua Jakmania
Seperti yang diutarakan Faqih (28) warga Depok, Jawa Barat. Dia menilai jika kenaikan tarif sangat memberatkan pengguna KRL, khususnya bagi pengguna yang menempuh jarak jauh seperti dirinya.
"Kalau sebelum naik saya bisa kena Rp7.000 sekali jalan dari Depok ke Serang (Banten). Nah, kalau jadi naik, bisa-bisa saya kena Rp11.000. Ya kalau bisa jangan naik, soalnya berasa juga kalau dihitung-hitung," jelasnya.
Sementara itu, sebagian pengguna mengaku tidak keberatan jika kenaikan tarif cukup terjangkau. Jika cuma naik Rp 1.000 sama Rp 500 sebenarnya tidak masalah, karena pelayanan yang ada saat ini suddah terbilang bagus.
"Subsidi yang seharusnya masuk ke penumpang, bisa dilokasikan ke kebutuhan lainnya," jelas Yudha Bhatara (30) warga Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. (Baca: Subsidi Habis, November Tarif Commuter Line Naik)
Namun, staf Sinar Mas Thamrin itu pun menambahkan jika alokasi subsidi harus diatur secara baik, sehingga tarif KRL tidak terus berfluktuatif dalam jangka waktu dekat.
"Kalau usul saya supaya bisa diatur jelas saja, jadi masyarakat yang awam tidak bingung," tutupnya.
PILIHAN:
Sekjen Ditangkap, Ini Kata Ketua Jakmania
(hyk)