Ditinggal Istri 2 Kali, Kuwat Gantung Diri
Jum'at, 16 Oktober 2015 - 23:37 WIB
Ditinggal Istri 2 Kali, Kuwat Gantung Diri
A
A
A
TANGERANG - Kuwat (53) lelaki paruh baya ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Diduga kuat korban melakukan aksi tersebut karena depresi ditinggal istri.
Jasad korban ini pertama kali ditemukan oleh kakaknya Turiah (58) di gudang servis komputer rumahnya di RT 2/3, Pinang, Kota Tangerang, tadi sore. Ketua RT 02 Romli mengatakan, duda dua anak ini tergantung di atap plafon gudang.
"Sebelumya tadi siang, dia sempat duduk di depan rumah. Lalu saat kakaknya pulang, rumah dalam keadaan terkunci. Kakak korban mencari korban di tempat servis, saat dilihat dari jendela, korban sudah tewas gantung diri," kata Romli, Jumat (16/10/2015).
Menurut Romli, korban memang depresi karena menderita stroke selama dua tahun. Selain itu korban juga ditinggal oleh kedua istrinya.
"Sama istri pertama dia dicerai, punya dua anak. Dengan istri kedua dia juga ditinggal. Katanya karena masalah keluarga, ada ketidakcocokan. Itu membuat dia depresi dan sering bilang mau bunuh diri," katanya.
Kapolsek Cipondoh Kompol Paryanto mengatakan, hasil olah TKP dan idetifikasi jasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. "Tidak ada tanda-tanda kekerasan, ini murni bunuh diri," katanya.
Diduga korban bunuh diri saat waktu salat Jumat, karena ketika itu situasi sedang sepi. "Korban bunuh diri menggunakan tali plastik warga biru dan mengikatnya di plafon gudang servis komputer," ujarnya.
Jasad korban ini pertama kali ditemukan oleh kakaknya Turiah (58) di gudang servis komputer rumahnya di RT 2/3, Pinang, Kota Tangerang, tadi sore. Ketua RT 02 Romli mengatakan, duda dua anak ini tergantung di atap plafon gudang.
"Sebelumya tadi siang, dia sempat duduk di depan rumah. Lalu saat kakaknya pulang, rumah dalam keadaan terkunci. Kakak korban mencari korban di tempat servis, saat dilihat dari jendela, korban sudah tewas gantung diri," kata Romli, Jumat (16/10/2015).
Menurut Romli, korban memang depresi karena menderita stroke selama dua tahun. Selain itu korban juga ditinggal oleh kedua istrinya.
"Sama istri pertama dia dicerai, punya dua anak. Dengan istri kedua dia juga ditinggal. Katanya karena masalah keluarga, ada ketidakcocokan. Itu membuat dia depresi dan sering bilang mau bunuh diri," katanya.
Kapolsek Cipondoh Kompol Paryanto mengatakan, hasil olah TKP dan idetifikasi jasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. "Tidak ada tanda-tanda kekerasan, ini murni bunuh diri," katanya.
Diduga korban bunuh diri saat waktu salat Jumat, karena ketika itu situasi sedang sepi. "Korban bunuh diri menggunakan tali plastik warga biru dan mengikatnya di plafon gudang servis komputer," ujarnya.
(whb)