Cerita Anak Penumpang Helikopter yang Hilang Kontak di Sumut
Senin, 12 Oktober 2015 - 19:18 WIB
Cerita Anak Penumpang Helikopter yang Hilang Kontak di Sumut
A
A
A
DELISERDANG - Kecemasan tampak di wajah anak-anak Sugianto (47), salah seorang penumpang helikopter EC 130 yang hilang kontak di Sumatera Utara, Minggu (11/10/2015).
Saat ditemui di rumahnya di Jalan Bandar Labuhan Kompleks Tamora Elok Nomor 19 Dusun 3, Desa Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, Senin (12/10/2015), anak Sugianto menceritakan kronologi ayahnya berangkat ke Kabupaten Samosir hingga menumpang helikopter tersebut.
Sugianto merupakan agen travel yang kerap menyewakan helikopter di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA). Helikopter yang disewa itu diduga dipergunakan untuk mengurus helipad bagi heli yang akan disewa keluarga Marihat Simbolon.
Suami dari Fatmawati (47) ini izin berangkat ke Kabupaten Samosir urusan dengan keluarga Marihat Simbolon. Dengan menumpang mobil bersama anak ketiganya, Arif Wibowo, (18) dan seorang sopir, mereka berangkat menuju Samosir melalui jalur darat.
"Ayah kuantarkan naik mobil dari jalan darat Sabtu (10/10) malam, kami berangkat bertiga. Ku antar sampai di pelabuhan daerah Parapat. Karena mau naik kapal nyeberang ke Samosir," ujar anak ketiga Sugianto, Arif Wibowo.
Setelah mengantar Sugianto ke pelabuhan kapal di Parapat, mereka pulang ke Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang.
"Bapak datang ke Samosir karena ada orderan dari keluarga Simbolon.Makanya mereka ke sana (Samosir) memastikan lokasi landing helikopter (helipad) di Samosir, saya kurang tahu di mananya," ungkap anak pertama Sugianto, Ahmad Wahyu Solihin (23), didampingi adiknya yaitu Maulana Fajar (20), Arif Wibowo, dan Nur Mardiah (14).
Dia mengatakan, sang ayah baru 1,5 tahun belakangan ini menjadi agen travel sekaligus penyewaan helikopter. Sebelumnya, memang bekerja sebagai agen travel tiketing di KNIA.
"Malam Minggu (10/10), saya telepon Bapak. Bapak bilang mau balik dari Samosir. Saya posisinya lagi di luar (Jakarta), kerja, Bang. (Minggu) Saya tengok berita di TV, ada helikopter hilang kontak di Samosir, enggak menyangka kalau itu helikopter Bapak," tuturnya.
Dia mengatakan, sang ayah hanya mencarikan helikopter yang akan disewa keluarga Simbolon.
"Karena banyak relasi, makanya Bapak yang mencarikan helikopternya. Jadi untuk perusahaan, bapak kerja di travel agen perusahaan yang biasa menyewa helikopter. Kalau yang dua orang lagi, teman Bapak, Fransiskus Subihardiyan, sebagai Helicopter Landing Officer (HLO), sama Nurharyanto, manajer perusahaan di Surabaya. Teman ayah (Fransiskus) dari Surabaya ini yang mencari relasi untuk carter helikopter," ujarnya.
Dia bersama ketiga adiknya dan ibunya mengakui khawatir dengan kondisi sang ayah yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
"Sampai ibu nangis dan sempat pingsan tadi tahu kabar hilangnya helikopter yang ditumpangi Bapak," ujarnya seraya berharap ada kabar baik dari sang ayah bersama dua penumpang lainnya serta dua kru.
Saat ditemui di rumahnya di Jalan Bandar Labuhan Kompleks Tamora Elok Nomor 19 Dusun 3, Desa Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, Senin (12/10/2015), anak Sugianto menceritakan kronologi ayahnya berangkat ke Kabupaten Samosir hingga menumpang helikopter tersebut.
Sugianto merupakan agen travel yang kerap menyewakan helikopter di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA). Helikopter yang disewa itu diduga dipergunakan untuk mengurus helipad bagi heli yang akan disewa keluarga Marihat Simbolon.
Suami dari Fatmawati (47) ini izin berangkat ke Kabupaten Samosir urusan dengan keluarga Marihat Simbolon. Dengan menumpang mobil bersama anak ketiganya, Arif Wibowo, (18) dan seorang sopir, mereka berangkat menuju Samosir melalui jalur darat.
"Ayah kuantarkan naik mobil dari jalan darat Sabtu (10/10) malam, kami berangkat bertiga. Ku antar sampai di pelabuhan daerah Parapat. Karena mau naik kapal nyeberang ke Samosir," ujar anak ketiga Sugianto, Arif Wibowo.
Setelah mengantar Sugianto ke pelabuhan kapal di Parapat, mereka pulang ke Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang.
"Bapak datang ke Samosir karena ada orderan dari keluarga Simbolon.Makanya mereka ke sana (Samosir) memastikan lokasi landing helikopter (helipad) di Samosir, saya kurang tahu di mananya," ungkap anak pertama Sugianto, Ahmad Wahyu Solihin (23), didampingi adiknya yaitu Maulana Fajar (20), Arif Wibowo, dan Nur Mardiah (14).
Dia mengatakan, sang ayah baru 1,5 tahun belakangan ini menjadi agen travel sekaligus penyewaan helikopter. Sebelumnya, memang bekerja sebagai agen travel tiketing di KNIA.
"Malam Minggu (10/10), saya telepon Bapak. Bapak bilang mau balik dari Samosir. Saya posisinya lagi di luar (Jakarta), kerja, Bang. (Minggu) Saya tengok berita di TV, ada helikopter hilang kontak di Samosir, enggak menyangka kalau itu helikopter Bapak," tuturnya.
Dia mengatakan, sang ayah hanya mencarikan helikopter yang akan disewa keluarga Simbolon.
"Karena banyak relasi, makanya Bapak yang mencarikan helikopternya. Jadi untuk perusahaan, bapak kerja di travel agen perusahaan yang biasa menyewa helikopter. Kalau yang dua orang lagi, teman Bapak, Fransiskus Subihardiyan, sebagai Helicopter Landing Officer (HLO), sama Nurharyanto, manajer perusahaan di Surabaya. Teman ayah (Fransiskus) dari Surabaya ini yang mencari relasi untuk carter helikopter," ujarnya.
Dia bersama ketiga adiknya dan ibunya mengakui khawatir dengan kondisi sang ayah yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
"Sampai ibu nangis dan sempat pingsan tadi tahu kabar hilangnya helikopter yang ditumpangi Bapak," ujarnya seraya berharap ada kabar baik dari sang ayah bersama dua penumpang lainnya serta dua kru.
(zik)