Sapi Makan Sampah Boleh Jadi Hewan Kurban

Senin, 21 September 2015 - 14:07 WIB
Sapi Makan Sampah Boleh...
Sapi Makan Sampah Boleh Jadi Hewan Kurban
A A A
PADANG - Dinas Pertanian Peternakan Kehutanan dan Perkebunan Kota Padang memperbolehkan sapi maupun kambing yang makan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat jadi hewan kurban. Namun Dinas Pertanian Peternakan Kehutanan dan Perkebunan Kota Padang mensyaratkan hewannya tidak sakit.

“Selagi sapi itu sehat secara fisik tidak jadi persoalan. Mau dijadikan hewan kurban atau bukan itu tidak menjadi halangan, selagi sapi-sapi itu memiliki tanda-tanda kesehatan,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Kehutanan dan Perkebunan Kota Padang Heryanto Rustam, Senin (21/9/2015).

Menurutnya sapi yang terlihat sehat secara fisik antara lain berbadan sehat, makan lahap, bulu meng­kilap, gerak lincah, mata bersih, hidung berair dan tidak cacat. “Itu semua sudah tergolong sapi sehat dan bisa dijadikan hewan kurban,” katanya.

Meski demikian pihaknya akan melakukan pemeriksaan hewan kurban seminggu menjelang Idul Adha. “Kita pasti pasti akan lakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban,” jelasnya.

Disisi lain sapi-sapi yang memakan sisa-sisa di TPA kondisi lebih gemuk dibanding sapi lain yang memakan rumput, seperti sapi milik Muswandi (62) warga Aia Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah ini memiliki 28 ekor sapi. Rata-rata sapi miliknya ini gemuk-gemuk.

“Kita sudah dipesan lima ekor yang akan dibeli dan mereka sudah memberikan panjarnya, satu ekor itu harganya Rp11 juta sampai Rp12 juta sesuai dengan ukurannya dan tidak pakai timbangan,” ujarnya.

Menurutnya di TPA tersebut banyak pemilik sapi umumnya dilepas saja, biasanya pukul 08.00 WIB pemilik sapi melepaskan kemudian pukul 12.00 WIB pemilik sapi mendatangi sapinya untuk memeriksa lalu pada pukul 16.00 WIB pemilik sapi menjemput sapi-sapinya. “Disini paling sedikit sapinya ada lima ekor,” timpalnya.

Setiap truk sampah yang datang sapi-sapi itu akan mengerubunginya mencari makannya seperti sisa-sisa sayur-sayuran di rumah-rumah atau pasar-pasar yang ada di wilayah Kota Padang, kadang juga sapi itu memakan plastik atau pembungkus sampah-sampah.

“Sampai saat ini belum ada pihak dari peternakan memeriksa ternak kami, kita juga mau diperiksa ternak kita, sudah dua tahun saya disini belum ada pihak peternakan memeriksa hewan kami,” kata dia.

Meski sapi-sapi ini makan sampah, namun para pencari sapi untuk hewan korban masih terpikat dengan kegemukan sapi TPA ini.

“Kemarin ada yang datang kesini membeli sapi untuk hewan kurban, mereka membawa sebanyak enam ekor dari sini, katanya untuk hewan korban, tapi kita tidak tahu mau dibawa kemana, sebab sapi orang lain yang dibelinya,” pungkasnya.
(sms)
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
2 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved