Syiza Tewas Tertimpa Pagar SMPN 2 Enrekang

Minggu, 20 September 2015 - 17:35 WIB
Syiza Tewas Tertimpa...
Syiza Tewas Tertimpa Pagar SMPN 2 Enrekang
A A A
ENREKANG - Nasib nahas dialami Syiza (7), bocah cilik yang masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK) Aisyah. Syiza meregang nyawa tertimpa pagar SMPN 2 Enrekang, saat lepas sambut Kepala SMPN 2 Enrekang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian nahas itu bermula saat Syiza yang merupakan warga Batili, Kecamatan Enrekang itu pulang sekolah, pada Sabtu 19 September 2015.

Syiza pun langsung menuju ke SMPN 2 Enrekang tempat ibunya mengajar yang berdampingan dengan TK Aisyah. Lantaran ada kegiatan lepas sambut pejabat Kepala SMPN 2 Enrekang, Syiza sibuk bermain sendiri di pagar gerbang sekolah.

Tiba-tiba saja, pagar troli besi yang menjadi pagar gerbang sekolah roboh dan langsung menimpa gadis malang itu. Sebelum kejadian, sejumlah guru dan siswa SMPN 2 Enrekang sempat mengingatkan korban agar tidak bermain-main di pagar.

"Tidak ada yang melihat langsung kejadian itu. Tapi orang-orang berlarian setelah mendengar suara keras dan mendapati anak ini sudah tertimpa pagar besi yang terlepas dari pengaitnya," kata Jelas Baharuddin Kepala Sekolah SMP 2 Enrekang.

Korban Syiza pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Massenrempulu agar segera mendapat perawatan medis. Sayangnya, nyawa Syiza tak dapat tertolong lagi saat tiba di RSU milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang.

Jumriah, Ibu Syiza terlihat syok saat mengetahui anaknya tewas tertimpa pagar besi sekolah tempatnya mengajar. Meski begitu, Jumriah mengaku pasrah dan mengikhlaskan kepergian putri bungsunya itu.

“Sebelum peristiwa nahas ini terjadi, banyak tanda-tanda yang diperlihatkan ke saya. Tapi saya tak menyangka tanda-tanda itu sebagai isyarat Syiza akan meninggalkan saya untuk selamanya. Kami pasrah," terang Jumriah.

Terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Massenrempulu Sri Yanti Ningsih mengaku prihatin dengan kejadian yang dialami Syiza, siswi TK Aisyah yang tewas tertimpa pagar sekolah.

Kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua sekolah agar keamanan fasilitas sekolah menjadi perhatian utama. “Gerakan Enrekang menuju kota layak anak tak kan bisa tercapai jika tidak ada tempat bermain anak yang aman," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Bangunan Sekolah SMP...
Bangunan Sekolah SMP Negeri 2 Palu Ambruk Akibat Banjir
Rawan Roboh, Plafon...
Rawan Roboh, Plafon Ruang Kelas SDN Talunkidul Disangga Bambu
Sekolah Rusak di Pelosok...
Sekolah Rusak di Pelosok Negeri
Miris! Tidak Ada Anggaran,...
Miris! Tidak Ada Anggaran, SD Negeri di Serang Ini Dibiarkan Rusak Sejak 2012
Tiga Ruang Kelas dan...
Tiga Ruang Kelas dan Perpustakaan di SDN 2 Paeidean Rusak
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
6 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved