Kekeringan di Banten Meluas, Status Darurat Diperpanjang

Rabu, 16 September 2015 - 13:33 WIB
Kekeringan di Banten...
Kekeringan di Banten Meluas, Status Darurat Diperpanjang
A A A
SERANG - Musim kemarau yang masih terjadi membuat Pemerintah Provinsi Banten memperpanjang status bencana yang menyebabkan puso dan kekurangan air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten Komari menyatakan, bahwa status darurat kekeringan diperpanjang dari 15-30 september. Karena daerah yang mengalami kekeringan yang semakin meluas. Sebelumnya status darurat sudah diberlakukan sejak 1 September sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Banten.

"Musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember, melihat kekeringan semakin parah, sumber mata air mulai berkurang, maka kita perpanjang status darurat kekeringan di Banten hingga 30 September mendatang," kata Kepala BPBD Banten, Komari kepada wartawan, Rabu (16/9/2015)

Dia mengungkapkan, saat ini daerah yang terdampak kekeringan berada di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang, bahkan sungai besar yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari hari mulai sulit, seperti Cisadane dan Ciujung airnya mulai surut.

"Kekeringan tahun ini paling terparah, sungai besar saja sudah surut, apalagi sungai kecil, sudah tidak ada air lagi, kita terus menyalurkan dan mengoptimalkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih," jelas komari.

Sementara itu, daerah yang terdampak kekeringan bertambah, yang sebelumnya ada di 61 kecamatan menjadi 72 dari 155 kecamatan yang ada di Banten. Kekeringan tersebut tersebar merata di 148 desa/kelurahan dari 163 desa yang berada di delapan kabupaten/kota se Banten.

Untuk mengatasi kekurangan air bersih, pendistribusikan ribuan liter air terus dilakukan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kita optimalkan mobil tangki, setiap hari ke 72 kecamatan tersebut, satu mobil tangki empat kali mendistribusikan air setiap harinya, selain itu juga masih membuat pompanisasi di sejumlah titik untuk mendapatkan air bersih," ujarnya.
(sms)
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
26 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
34 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
45 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved