BNPT Terima Warning ISIS Bakal Masuk POSO

Selasa, 15 September 2015 - 10:11 WIB
BNPT Terima Warning...
BNPT Terima Warning ISIS Bakal Masuk POSO
A A A
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menenggarai Poso, sudah dimasuki anggota gerakan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Penegasan itu disampaikan Kepala BNPT Saud Usman Nasution dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di ruang rapat Komisi III, Senin (14/9/2015).

Saud menegaskan, BNPT sudah menerima warning dari luar negeri bahwa terduga teroris ISIS sudah atau akan masuk di Poso.

Menurutnya, kalau dulu Indonesia menjadi negara pengirim anggota ISIS maka kini negara kita sudah menjadi penerima. "Jadi tidak bisa sepelekan karena merupakan ancaman nyata dan jelas," ujar Saud.

Dalam menangkal laju keberadaan ISIS di Indonesia, BNPT memperbanyak kegiatan dengan soft approach. Karena pendekatan BNPT selama ini menemui problem yang sangat mendasar.

"Dari aspek hukum kita tidak bisa memproses siapapun perorangan ataupun kelompok yang menyatakan diri bergabung dengan ISIS.

Karena ISIS bukan suatu negara, tapi hanya kelompok dari pada orang-orang yang sepaham. Sedangkan KUHP hanya mengatur makar," ujarnya.

Dia menuturkan, dalam rapat dengan stakeholder di Sulawesi Tengah (Sulteng) ada masukan bagus soal penanggulangan terorisme di Poso.

Para pemuka masyarakat, pemuka adat, pemuka agama, dan pejabat Sulteng menyatakan, di Poso tidak bisaa hanya hanya menangkap Santoso dan Daeng Koro saja. Karena nanti akan timbul lagi Santoso dan Daeng Koro lain.

"Kenapa? Sepanjang akar masalah di Poso itu belum terselesaikan, maka tidak akan selesai," bebernya.

Masalah di Poso antara lain, adanya dendam dan kebencian serta masalah sosial yang belum terselesaikan. Masalah sosial itu seperti keperdataan dalam hal kepemilikan tanah rumah, dan adanya pondok pesantren yang masih berbentuk puing.

Padahal semua ihwal ini merupakan tonggak-tonggak sejarah yang membuka luka lama bagi masyarakat di Poso. Masalah selanjut di Poso yakni, kesenjangan sosial masyarakat yang sangat tingggi dan kemiskinan.

"Kami sudah membuat suatu konsep yang melibatkan dua aktivitas. Pertama low enforcement dan kedua kegiatan deradikalisasi khususnya yang kita istilahkan "merebut hati rakyat"," tegasnya.
(nag)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved