Ribuan Unit Rusunawa Diperjualbelikan Pemiliknya

Selasa, 15 September 2015 - 08:45 WIB
Ribuan Unit Rusunawa...
Ribuan Unit Rusunawa Diperjualbelikan Pemiliknya
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut ada ribuan unit rusunawa yang diperjualbelikan pemiliknya. Data ini diketahui dari KTP pemilik rusunawa yang tidak sesuai dengan domisili mereka tinggal.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kecewa terhadap Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI yang belum dapat menyelesaikan pergantian Kartu Tanda Penduduk (KTP) penghuni Rusunawa yang terintegrasi dengan Bank DKI sesuai tempat tinggalnya di Rusunawa tersebut.

Menurut Mantan Bupati Belitung Timur itu, kebijakan KTP yang terintegrasi dengan Bank DKI terhadapa penghuni Rusunawa tersebut seharusnya dapat meminimalisir adanya mafia yang memperjualbelikan unit Rusunawa.

"Makanya saya tidak mau tahu siapapun yang punya rekening bank kalau alamatnya enggak sesuai rusun diusir," kata Ahok di Balai Kota, Senin 14 September 2015.

Ahok menjelaskan, permainan mafia jual beli rusunawa memang sudah terjadi sejak dahulu. Untuk itu, kebijakan pergantian KTP yang terintegrasi dengan bank DKI mulai diberlakukan tahun ini.

Sayangnya, sejak diberlakukan kebijakan tersebut, dirinya masih mendapatkan 2.000 nama mafia yang masih memperjualbelikan rusun.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI, Ika lestari Aji mengakui pergantian KTP penghuni Rusunawa yang terintegrasi dengan bank DKI belum seluruhnya rampung. Sebab, dirinya seringkali menemukan adanya masyarakat yang sembunyi dan enggan mendatangi pelayanan. Padahal, pelayanan tersebut dilakukan dengan sistem jemput bola atau mendatangi langsun Rusunawa.

Berdasarkan catatan yang dimilikinya, Ika menyebutkan pergantian KTP sejak diberlakukan awal Januari 2015 ini sedikitnya sudah mencapai 97 persen dari total penghuni sebanyak 14.000 Kepala Keluarga (KK).

"Sisanya tinggal tiga persen. Kita terkendala dengan pola pikir masyarakat. Banyak masyarakat yang ngumpet saat kita datangi. Bagaiman mau dilayani kalau mereka sembunyi. Nah, belakangan ini kita kasih peringatan sampai tiga kali. Kalu tidak mau diganti, kita usir. Sudah ada sekitar 100 orang yang kita usir," tegasnya.

Sementara untuk penghuni Rusun yang baru jadi seperti di Jatinegara Barat, dan sebagainya, Ika harus terlebih dahulu membentuk RT/RW sebelum lakukan pergantian.

"Kalau rusun baru seperti warga Kampung pulo di Rusun Jatinegara Barat kami bentuk RT/RW dulu. Kami targetkan semua penghuni rusun memiliki KTP bank DKI sesuai domisili rusun pada akhir tahun ini," pungkasnya.

PILIHAN:

Ini Hasil Pertemuan Ahok dengan Alumni IPDN

Dimarahi Petugas Call Center, Ini Harapan Istri Korban Crane
(ysw)
Berita Terkait
Pentingnya Rumah Susun...
Pentingnya Rumah Susun Lebih Luas untuk Keluarga Muda
Warga Minta Perbaikan...
Warga Minta Perbaikan Rusun Bidara Cina yang Terabaikan Sejak 1995
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Retribusi Rusun Selama Pandemi Covid-19
Serah Terima Kunci Rusun...
Serah Terima Kunci Rusun untuk Penghuni Kolong Tol
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Rumah susun Pasar Rumput...
Rumah susun Pasar Rumput Disiapkan untuk Pasien Covid-19
Berita Terkini
Tangis Pecah di Indramayu,...
Tangis Pecah di Indramayu, 12 Korban Kecelakaan Maut Pantura Dimakamkan, 6 Kritis Dirawat
23 menit yang lalu
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
10 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
11 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
11 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
17 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
18 jam yang lalu
Infografis
AS Gelontorkan Ribuan...
AS Gelontorkan Ribuan Triliun untuk Ukraina, Hasilnya Mengecewakan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved