Mahasiswa Desak Kejari Bekasi Ungkap Korupsi di Dinsos

Rabu, 02 September 2015 - 00:27 WIB
Mahasiswa Desak Kejari...
Mahasiswa Desak Kejari Bekasi Ungkap Korupsi di Dinsos
A A A
BEKASI - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pemuda Bekasi Bersatu (PBB) berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi di Jalan Veteran, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa 1 September 2015 kemarin. Mereka menuntut kejaksaan segera menangkap pelaku korupsi bantuan alat penyandang disabilitas tahun 2014.

"Kami menuntut Kejaksaan segera menangkap pelaku kegiatan bantuan penyandang disabilitas. Karena, kegiatan itu diduga belum diterima oleh yang bersangkutan, alias fiktif," kata salah satu pengunjuk rasa, Romadon kepada wartawan di depan Kantor Kejari Bekasi, tadi siang.

Dalam aksinya mahasiswa memperagakan seorang penyandang disabilitas yang sedang duduk di atas kursi roda. Bahkan, dalam papan tuntutan mahasiswa mendesak segera melakukan pemeriksaan kepada Kepala Dinas Sosial Agus Dharma.

Romadon menuturkan, kasus dugaan korupsi ini didapat berdasarkan informasi dari penyandang disabilitas yang tinggal di daerah Pondok Gede dan Bekasi Barat karena belum menerima bantuan yang dijanjikan pemerintah.

Padahal mereka telah didata oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PMS) dari Dinsos Bekasi tahun 2013 lalu. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, Dinsos telah membuat berita acara serah terima barang.

"Alat bantu tidak didapat, tapi ditulis pada berita acara serah terima. Tindakan ini sudah memanipulasi data dan harus segera diusut tuntas. Penyandang disabilitas juga bersedia diperiksa penyidik Kejari untuk dimintai keterangan," jelasnya dengan nada kesal.

Tak hanya itu, lanjut dia, pihaknya juga menemukan adanya ketidaksesuaian dalam penyaluran alat bantu tersebut. Berdasarkan dokumen yang didapatkan dari Dinsos Bekasi, rupanya yang memperoleh alat bantu mayoritas adalah orang kalangan menegah keatas.

Penerima itu, kata dia, tinggal di perumahan besar dan memiliki mobil mewah. Adapun alat bantuitu berupa, alat membatik, mesin jahit dan alat pijat refleksi bagi tuna netra.

Kasi Intelijen Kejari Bekasi Ferly Sarkowi mengatakan, telah menerima laporan dari masyarakat terkait hal tersebut pada Selasa 18 Agustus 2015 lalu. Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman terkait hal ini. "Pejabat terkait akan kami periksa," tegasnya.

Ferly berterima kasih terhadap para demonstran yang telah memberikan data pendukung berupa keterangan dan surat pernyataan penyandang disabilitas. "Ini akan kami dalami kasusnya dan menangkap pelaku dugaan korupsinya," tandasnya. (Baca: Sudah Didata, Penyandang Disabilitas di Bekasi Pertanyakan Realisasi Bantuan)
(whb)
Berita Terkait
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Agustus 2020, Pembangunan...
Agustus 2020, Pembangunan Underpass Bulak Kapal Dimulai
Wali Kota Bekasi Minta...
Wali Kota Bekasi Minta Mendikbud Rumuskan Kebijakan Keringanan Biaya Kuliah Warganya
Begini Penampakan Gepokan...
Begini Penampakan Gepokan Uang Rp5 Miliar dari OTT Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Berita Terkini
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
2 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
2 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
3 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
3 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
5 jam yang lalu
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
16 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved