Kolam Pemujaan Ritual Keagamaan Ditemukan di Candi Ijo

Selasa, 01 September 2015 - 23:11 WIB
Kolam Pemujaan Ritual...
Kolam Pemujaan Ritual Keagamaan Ditemukan di Candi Ijo
A A A
SLEMAN - Pemugaran Candi Ijo, di Dusun Gropoyakan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, akan membuat kawasan itu lebih indah. Saat mendirikan candi pendamping yang diberi nama Candi F, tim menemukan kolam pemujaan.

"Yang ditemukan itu kolam pemujaan yang airnya untuk ritual keagamaan. Sekarang dibiarkan dulu seperti itu, apakah akan diisi air atau tidak itu nanti," kata Kepala Unit Situs Ratu Boko dan Ijo dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Tri Hartini, saat ditemui di Kompleks Candi Ijo, Selasa (1/9/2015).

Ditambahkan dia, pemugaran Candi Ijo dimulai sejak awal Agustus 2015. Pada awalnya, pemugaran hanya dilakukan untuk mendirikan Candi F yang letaknya di sebelah barat candi induk. Namun tim menemukan kolam pemujaan.

Kolam pemujaan itu hanya satu buah. Berbeda dengan kolam yang ada di Kompleks Candi Ratu Boko yang banyak jumlahnya untuk pemandian para putri raja saat itu, ataupun untuk tandon air.

"Kalau di Ratu Boko, kan banyak yang untuk tandon air. Selain juga ada kolam tempat pemandian putri kerajaan. Kalau ini, airnya lebih untuk ritual," terangnya.

Dalam pemugaran Candi F ini, pihaknya akan menyelesaikannya pada 6 November 2015. Dengan begitu, tahun ini Kompleks Candi Ijo berdiri tujuh unit candi, terdiri satu candi induk, tiga perwara, serta Candi K, L, dan F.

"Namanya Candi F. Di kompleks candi ini ada Candi A sampai Q yang memang berbeda dengan candi-candi lainnya. Candi yang berteras, dan gugusan-gugusan candi ada di depan candi induk," jelasnya.

Untuk tahun selanjutnya, pihaknya pun masih belum bisa memastikan candi mana yang akan dipugar. Karena membutuhkan studi teknis dan kelayakan.

"Kami tidak bisa menargetkan setiap tahun mendirikan satu unit candi. Tapi nanti seiring waktu, melakukan studi teknis dan kelayakan dulu. Yang pasti, talud di depan candi induk dikerjakan 2016 nanti," tuturnya.

Terpisah, Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti menambahkan, dalam pemugaran suatu candi membutuhkan proses yang panjang.

"Dilakukan studi kelayakan, layak atau tidak dipugar. Kemudian studi teknis, membutuhkan biaya berapa toh untuk pemugaran," ungkapnya.

Dengan adanya temuan berupa kolam air untuk ritual tersebut, pihaknya meyakini situs Candi Ijo akan semakin menarik. "Akan semakin bagus itu di Candi Ijo. Ada kolam ritualnya yang baru ditemukan 2015 ini," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Eksotiknya Situs Prasejarah...
Eksotiknya Situs Prasejarah Liang Panning, Surga Tersembunyi di Pelosok Maros
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
4 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
4 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
4 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
4 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved