Urai Kemacetan, Bekasi Dapat Rp98 Miliar dari DKI Jakarta
Minggu, 30 Agustus 2015 - 17:32 WIB
Urai Kemacetan, Bekasi Dapat Rp98 Miliar dari DKI Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Pemkot Bekasi akan mengalokasikan anggaran senilai Rp98 miliar untuk mengurai kemacetan. Anggaran itu merupakan hasil hibah dari Pemprov DKI Jakarta.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, bantuan hibah dari DKI tahun 2015 tersebut akan mulai digunakan pada pekan kedua September mendatang.”Bantuan itu untuk mengurai kemacetan di tiga titik perbatasan Jakarta dan Bekasi,” kata Rahmat Effendi, Minggu (30/8/2015).
Rahmat menjelaskan, untuk mengurai kemacetan di Jalan Ahmad Yani dan KH Noer Ali (Kalimalang). Pihaknya akan menyelesaikan dan menyempurnakan jalan baru di sisi selatan Kalimalang hingga perbatasan dengan DKI Jakarta.
Rencananya, jalan baru itu mempunyai panjang sekitar 3 kilometer dengan lebar tujuh meter. Jika sudah terbangun, dari arah Kalimalang hingga DKI Jakarta dipastikan tidak akan macet seperti saat ini. Ditambah dengan adanya pintu tol Bekasi Barat 3 disekitar Kalimalang.
Selain itu, kata dia, penyempurnaan jalan penunjang jembatan di atas tol Jakarta-Cikampek di sekitar pintu tol Bekasi Timur. Pelebaran jembatan itu sudah rampung sejak Desember 2014. Tapi, akses jalan yang masih sempit menuju jembatan itu dianggap menjadi biang kemacetan.
”Di titik itu, kami mengalokasikan dana sebesar Rp30 miliar,” ungkapnya. Hingga saat ini, kemacetan di seputar pintu tol Jakarta Timur sudah berangsur baik. Namun, akses jalan harus segera dilebarkan dengan menggunakan anggaran hibah dari DKI Jakarta.
Terakhir dana hibah sebesar Rp8 miliar dipakai proyek jembatan dan jalan Bojong Menteng di Jatiasih. Jembatan dan jalan dilebarkan untuk menunjang jalur dari keluar tol Jakarta Out Ring Road (JORR) Jatiasih menuju Jalan Raya Siliwangi, Bantar Gebang.
Sehingga, nantinya bisa dipakai jalur truk sampah milik DKI Jakarta ke TPST Bantar Gebang. Akhir tahun pengerjaan di tiga lokasi tersebut ditargetkan rampung.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, bantuan hibah dari DKI tahun 2015 tersebut akan mulai digunakan pada pekan kedua September mendatang.”Bantuan itu untuk mengurai kemacetan di tiga titik perbatasan Jakarta dan Bekasi,” kata Rahmat Effendi, Minggu (30/8/2015).
Rahmat menjelaskan, untuk mengurai kemacetan di Jalan Ahmad Yani dan KH Noer Ali (Kalimalang). Pihaknya akan menyelesaikan dan menyempurnakan jalan baru di sisi selatan Kalimalang hingga perbatasan dengan DKI Jakarta.
Rencananya, jalan baru itu mempunyai panjang sekitar 3 kilometer dengan lebar tujuh meter. Jika sudah terbangun, dari arah Kalimalang hingga DKI Jakarta dipastikan tidak akan macet seperti saat ini. Ditambah dengan adanya pintu tol Bekasi Barat 3 disekitar Kalimalang.
Selain itu, kata dia, penyempurnaan jalan penunjang jembatan di atas tol Jakarta-Cikampek di sekitar pintu tol Bekasi Timur. Pelebaran jembatan itu sudah rampung sejak Desember 2014. Tapi, akses jalan yang masih sempit menuju jembatan itu dianggap menjadi biang kemacetan.
”Di titik itu, kami mengalokasikan dana sebesar Rp30 miliar,” ungkapnya. Hingga saat ini, kemacetan di seputar pintu tol Jakarta Timur sudah berangsur baik. Namun, akses jalan harus segera dilebarkan dengan menggunakan anggaran hibah dari DKI Jakarta.
Terakhir dana hibah sebesar Rp8 miliar dipakai proyek jembatan dan jalan Bojong Menteng di Jatiasih. Jembatan dan jalan dilebarkan untuk menunjang jalur dari keluar tol Jakarta Out Ring Road (JORR) Jatiasih menuju Jalan Raya Siliwangi, Bantar Gebang.
Sehingga, nantinya bisa dipakai jalur truk sampah milik DKI Jakarta ke TPST Bantar Gebang. Akhir tahun pengerjaan di tiga lokasi tersebut ditargetkan rampung.
(whb)