Pintu 10 Tangerang Bocor, Ahok Menanti Janji BBWSC
Rabu, 19 Agustus 2015 - 13:45 WIB
Pintu 10 Tangerang Bocor, Ahok Menanti Janji BBWSC
A
A
A
JAKARTA - Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanti janji Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memperbaiki Bendungan Pintu 10, Kota Tangerang.
Pasalnya, bendungan tersebut sedang bocor sehingga berpengaruh ke pasokan air untuk DKI Jakarta. Ahok menuturkan, turunnya debit air Sungai Cisadane yang mengakibatkan warga Tangerang kesulitan air bersih sejak pekan lalu ternyata berdampak ke Jakarta.
Meskipun sebenarnya DKI Jakarta masih dipenuhi air sungai dari sejumlah daerah lainnya seperti Bekasi dan Bogor. "Hari ini janji dari BBWSCC, mereka akan memperbaiki Pintu 10 karena bocor. Sudah kemarau, Anda biarkan bocor airnya tidak cukup, janjinya hari ini mau diberesin," ujar Ahok di Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2015).
Sebelumnya Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan bakal menghentikan pasokan air ke Jakarta. Hal ini disebabkan turunnya debit air Sungai Cisadane yang mengakibatkan warga Tangerang sendiri kesulitan air bersih sejak pekan lalu.
Ditambah lagi dengan adanya kerusakan pada Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10 yang menghilangkan hampir 700 liter air per detik. "Tangerang darurat air bersih. Pasokan untuk Jakarta akan distop. Kami mengutamakan warga Tangerang dulu," kata Ahmed.
Selama ini, DKI Jakarta membeli air curah ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tangerang sebanyak 2.800 liter per detik melalui instalasi pengolahan air (IPA) Serpong dan 75 liter per detik melalui IPA Cikokol.
Salah satu wilayah yang akan sangat terdampak penghentian pasokan air curah tersebut adalah wilayah Warung Gantung dan sekitarnya di Jakarta Barat.
Pasalnya, bendungan tersebut sedang bocor sehingga berpengaruh ke pasokan air untuk DKI Jakarta. Ahok menuturkan, turunnya debit air Sungai Cisadane yang mengakibatkan warga Tangerang kesulitan air bersih sejak pekan lalu ternyata berdampak ke Jakarta.
Meskipun sebenarnya DKI Jakarta masih dipenuhi air sungai dari sejumlah daerah lainnya seperti Bekasi dan Bogor. "Hari ini janji dari BBWSCC, mereka akan memperbaiki Pintu 10 karena bocor. Sudah kemarau, Anda biarkan bocor airnya tidak cukup, janjinya hari ini mau diberesin," ujar Ahok di Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2015).
Sebelumnya Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan bakal menghentikan pasokan air ke Jakarta. Hal ini disebabkan turunnya debit air Sungai Cisadane yang mengakibatkan warga Tangerang sendiri kesulitan air bersih sejak pekan lalu.
Ditambah lagi dengan adanya kerusakan pada Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10 yang menghilangkan hampir 700 liter air per detik. "Tangerang darurat air bersih. Pasokan untuk Jakarta akan distop. Kami mengutamakan warga Tangerang dulu," kata Ahmed.
Selama ini, DKI Jakarta membeli air curah ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tangerang sebanyak 2.800 liter per detik melalui instalasi pengolahan air (IPA) Serpong dan 75 liter per detik melalui IPA Cikokol.
Salah satu wilayah yang akan sangat terdampak penghentian pasokan air curah tersebut adalah wilayah Warung Gantung dan sekitarnya di Jakarta Barat.
(whb)