Bantah Ajari Korupsi, Ahok Hanya Sindir PNS DKI
Jum'at, 07 Agustus 2015 - 23:35 WIB
Bantah Ajari Korupsi, Ahok Hanya Sindir PNS DKI
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah mengajari para Pegawai Negari Sipil (PNS) DKI untuk korupsi. Karena, mantan Bupati Bangka Belitung itu hanya menyindir para PNS.
"Saya itu menyindir mereka, korupsi kan sudah tidak boleh. Korupsi sudah jelas tidak boleh. Saya tidak mengajarkan mereka korupsi," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/8/2015).
Ahok menjelaskan, ketika PNS mengaku tidak korupsi namun masih menerima amplop itu lebih para daripada melakukan tindak korupsi.
"Jadi mereka selalu otaknya kami tidak korupsi. Saya temukan, ini hampir saya pecat, tunggu saja tes berikutnya. Dia tidak korupsi, tapi bawahannya setor upeti buat Lebaran, itu kan gratifikasi," tukas Ahok.
Namun Ahok mengapresiasi ada pejabat DKI yang mau melaporkan kepada Inspektorat maupun kepada KPK jika mendapat gratifikasi.
"Kalau melapor, KPK akan menyelidiki nih siapa yang mengasih gratifikasi, nanti pasti nyanyi nih ngasihnya ke siapa," tukasnya.
Sebelumnya, Ahok menyindir PNS DKI yang masih menerima gratifikasi. Daripada mengaku menerima gratifikasi, lebih baik pegawai mengaku kalau telah melakukan korupsi.
"Kalau korupsi hanya dipenjara, kembalikan uang negara. Tapi kalau gratifikasi terima suap, itu seluruh harta bisa disita. Ini saya ajarin loh ya, jangan mengaku gratifikasi ya itu hartanya habis," kata Ahok.
PILIHAN:
Ahok: PNS Lebih Baik Ngaku Korupsi Daripada Terima Gratifikasi
Kinerja Buruk, Ahok Bakal Copot Bos BUMD
"Saya itu menyindir mereka, korupsi kan sudah tidak boleh. Korupsi sudah jelas tidak boleh. Saya tidak mengajarkan mereka korupsi," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/8/2015).
Ahok menjelaskan, ketika PNS mengaku tidak korupsi namun masih menerima amplop itu lebih para daripada melakukan tindak korupsi.
"Jadi mereka selalu otaknya kami tidak korupsi. Saya temukan, ini hampir saya pecat, tunggu saja tes berikutnya. Dia tidak korupsi, tapi bawahannya setor upeti buat Lebaran, itu kan gratifikasi," tukas Ahok.
Namun Ahok mengapresiasi ada pejabat DKI yang mau melaporkan kepada Inspektorat maupun kepada KPK jika mendapat gratifikasi.
"Kalau melapor, KPK akan menyelidiki nih siapa yang mengasih gratifikasi, nanti pasti nyanyi nih ngasihnya ke siapa," tukasnya.
Sebelumnya, Ahok menyindir PNS DKI yang masih menerima gratifikasi. Daripada mengaku menerima gratifikasi, lebih baik pegawai mengaku kalau telah melakukan korupsi.
"Kalau korupsi hanya dipenjara, kembalikan uang negara. Tapi kalau gratifikasi terima suap, itu seluruh harta bisa disita. Ini saya ajarin loh ya, jangan mengaku gratifikasi ya itu hartanya habis," kata Ahok.
PILIHAN:
Ahok: PNS Lebih Baik Ngaku Korupsi Daripada Terima Gratifikasi
Kinerja Buruk, Ahok Bakal Copot Bos BUMD
(mhd)