Kota Tua Akan Dipagar Seperti Kawasan Monas

Rabu, 05 Agustus 2015 - 06:27 WIB
Kota Tua Akan Dipagar...
Kota Tua Akan Dipagar Seperti Kawasan Monas
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan pemagaran kawasan Kota Tua agar steril dari pedagang kaki lima (PKL). Rencana pemagaran ini meniru konsep pemagaran kawasan Monas di era Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (KUMKMP) DKI Jakarta Irwandi mengatakan, dalam waktu dekat petugas akan menertibkan PKL di sekitar Taman Fatahillah. Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata DKI untuk menjadikan objek wisata bernilai historis tinggi itu steril dari PKL.

Sebagai langkah awal, Irwandi menerangkan, seluruh PKL yang berjualan di Kluster 1 dan 2, yakni di depan Kantor Imigrasi Jakarta Barat dan samping Gedung Pos Indonesia bakal direlokasi ke Kluster 3 dan 4 di samping Bank Mega. Selain dua lokasi itu, pihaknya juga bakal mensterilkan akses Lorong Seni, yakni lapak-lapak PKL di kiri gedung Museum Fatahillah.

"Jadi, penataan awal ini kita tumpuk saja dulu di dua kluster itu. Terpenting, beberapa akses masuk utama menuju Taman Fatahillah bisa steril, tidak kumuh seperti sekarang. Rencananya akan dipagar seperti kawasan Monas," ungkap Irwandi ketika dikonfirmasi, Selasa 4 Agustus 2015 kemarin.

Untuk pemagaran, lanjut Irwandi, menjadi wewenang Dinas Pariwisata. Proses awal akan dilakukan setelah kluster 1 dan 2 steril. Menurut dia, nantinya seluruh akses masuk menuju objek wisata Taman Fatahillah itu akan seperti Monas.

Tujuannya, agar tidak ada lagi pedagang liar bergerobak yang masuk ke area taman. Setelah semuanya steril, empat kluster itu akan dijadikan taman, dan tempat duduk-duduk pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata DKI, Purba Hutapea mengatakan pemagaran kota tua di targetkan akan rampung di tahun 2016 nanti. Tujuan dilakukan pemagaran, kata Purba, dilakukan untuk melarang event komersil yang berbau promosi dan penjualan produk.

"Jadi sudah tidak boleh lagi itu menggelar event atau acara bazar di Plaza (taman) Fatahillah, karena selama ini mereka (panitia) hanya mencari untung saja. Ternyata, lapak-lapak berupa tenda itu mereka sewakan lagi. Pasarannya bisa satu setengah juta sampai tiga juta rupiah," ungkap Purba.
(whb)
Berita Terkait
Perkaya Literasi Kawasan...
Perkaya Literasi Kawasan Kota Tua, Buku Pariwisata dan Narasi Kota Tua Resmi Diluncurkan
QR Code PeduliLindungi...
QR Code PeduliLindungi Belum Tersedia, Kota Tua Ditutup untuk Berolahraga
Pemerintah Bakal Tentukan...
Pemerintah Bakal Tentukan Kawasan Kota Tua di Makassar
Kawasan Pejalan Kaki...
Kawasan Pejalan Kaki di Kota Tua Harus Diperluas
Rencana Pengembangan...
Rencana Pengembangan Kota Tua Jadi Kawasan Transit Modern
Kawasan Wisata Kota...
Kawasan Wisata Kota Tua Bakal Dijadikan Zona Rendah Emisi
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
1 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
9 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved