Kena Begal, ABG Bekasi Tersungkur Disabet Celurit
Kamis, 23 Juli 2015 - 19:08 WIB
Kena Begal, ABG Bekasi Tersungkur Disabet Celurit
A
A
A
BEKASI - Komplotan begal kembali beraksi di wilayah hukum Kota Bekasi. Kali ini, seorang remaja berusia 14 tahun, Ago, harus dilarikan ke rumah sakit Hermina Galaxi, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, karena di babat celurit oleh kawanan begal tersebut.
Peristiwa sadis itu terjadi pada Rabu (22/7/2015) malam sekitar pukul 20.30 WIB, di Kawasan Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Kecamatan Jatiasih. ”Lokasinya di pinggir Kali Bekasi, saat kondisi sepi,” ujar Dimas (28) saksi mata di lokasi kejadian, Kamis (23/7/2015).
Menurutnya, awalnya Ago bersama dengan temannya Irsal (11) melintas di lokasi menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat B-3986-KPI. Namun, mendadak dipepet oleh lima orang tak dikenal dengan menggunakan tiga sepeda motor.
Korban lalu tiba – tiba ditodong dengan senjata tajam jenis celurit. Korban melakukan perlawanan dengan mempertahankan sepeda motornya, namun justru membuat pelaku jengkel dan menikam korban di bagian perut hingga korban tersungkur.
Kemudian pelaku melarikan diri dengan membawa kabur sepeda motornya. Bahkan, kata dia, di antara lima pelaku seorang perempuan. Pelaku yang terbilang masih anak-anak tersebut melarikan diri melalui pintu gerbang belakang perumahan.
”Mereka kabur kearah Pondok Gede, yang menusuk laki – laki, tapi yang mengambil sepeda motor perempuan,” ungkapnya. Dia menduga pelaku sudah paham situasi perumahan. Karena, kejadianya setelah sejumlah portal di perumahan tersebut mulai dibuka," katanya.
Berselang beberapa jam kemudian, Stefanus Doni (28) juga dibegal di Jalan Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Korban menderita luka bacok di jari kanan karena berupaya menangkis sabetan senjata tajam jenis celurit.
Dalam aksinya, pelaku berjumlah empat orang menggunakan dua sepeda motor hanya berhasil merampas telepon selular. Sedangkan sepeda motor yang dikendarainya tak diambil, karena korban berteriak meminta tolong.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/7/2015) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat korban tengah berhenti di tepi jalan untuk melihat pesan singkat yang masuk ke ponselnya. Saat di atas motor, mendadak korban dipepet oleh dua sepeda motor.
Keempat pelaku lalu memaksa korban agar menyerahkan sepeda motornya. Korban pun melawan dan berteriak meminta bantuan. Teriakan korban membuat salah satu pelaku jengkel lalu melayangkan clurit ke arahnya.
Dengan refleks, korban menepis ayunan clurit pelaku dengan tangan kosong hingga membuat jarinya terluka. Dalam kondisi terluka, salah satu pelaku lalu merampas ponsel korban merk Asus dan langsung melarikan diri.
Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.”Kita masih mengejar komplotan begal ini,” katanya singkat.
Peristiwa sadis itu terjadi pada Rabu (22/7/2015) malam sekitar pukul 20.30 WIB, di Kawasan Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Kecamatan Jatiasih. ”Lokasinya di pinggir Kali Bekasi, saat kondisi sepi,” ujar Dimas (28) saksi mata di lokasi kejadian, Kamis (23/7/2015).
Menurutnya, awalnya Ago bersama dengan temannya Irsal (11) melintas di lokasi menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat B-3986-KPI. Namun, mendadak dipepet oleh lima orang tak dikenal dengan menggunakan tiga sepeda motor.
Korban lalu tiba – tiba ditodong dengan senjata tajam jenis celurit. Korban melakukan perlawanan dengan mempertahankan sepeda motornya, namun justru membuat pelaku jengkel dan menikam korban di bagian perut hingga korban tersungkur.
Kemudian pelaku melarikan diri dengan membawa kabur sepeda motornya. Bahkan, kata dia, di antara lima pelaku seorang perempuan. Pelaku yang terbilang masih anak-anak tersebut melarikan diri melalui pintu gerbang belakang perumahan.
”Mereka kabur kearah Pondok Gede, yang menusuk laki – laki, tapi yang mengambil sepeda motor perempuan,” ungkapnya. Dia menduga pelaku sudah paham situasi perumahan. Karena, kejadianya setelah sejumlah portal di perumahan tersebut mulai dibuka," katanya.
Berselang beberapa jam kemudian, Stefanus Doni (28) juga dibegal di Jalan Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Korban menderita luka bacok di jari kanan karena berupaya menangkis sabetan senjata tajam jenis celurit.
Dalam aksinya, pelaku berjumlah empat orang menggunakan dua sepeda motor hanya berhasil merampas telepon selular. Sedangkan sepeda motor yang dikendarainya tak diambil, karena korban berteriak meminta tolong.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/7/2015) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat korban tengah berhenti di tepi jalan untuk melihat pesan singkat yang masuk ke ponselnya. Saat di atas motor, mendadak korban dipepet oleh dua sepeda motor.
Keempat pelaku lalu memaksa korban agar menyerahkan sepeda motornya. Korban pun melawan dan berteriak meminta bantuan. Teriakan korban membuat salah satu pelaku jengkel lalu melayangkan clurit ke arahnya.
Dengan refleks, korban menepis ayunan clurit pelaku dengan tangan kosong hingga membuat jarinya terluka. Dalam kondisi terluka, salah satu pelaku lalu merampas ponsel korban merk Asus dan langsung melarikan diri.
Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.”Kita masih mengejar komplotan begal ini,” katanya singkat.
(ysw)