Hujamkan 9 Tusukan, Pembunuh Nurbaeti Ini Menangis
Senin, 20 Juli 2015 - 17:40 WIB
Hujamkan 9 Tusukan, Pembunuh Nurbaeti Ini Menangis
A
A
A
DEPOK - M Afif Ubaidillah (22) satu dari empat pelaku pembunuhan terhadap Noer Baety Rofiq (44) menangis saat diperlihatkan polisi kehadapan wartawan. Air mata yang keluar dari Ubaidillah berbanding terbalik dengan aksi sadisnya menghujamkan tusukan pisau ke tubuh korban.
Ubaidillah yang memiliki tato di sleuruh pergelangan tangannya ini menangis karena tak percaya harus berurusan dengan polisi. "Ini baru pertama kali merampok. Saya panik saat korban memergoki aksi kami hingga akhirnya membunuh korban," kata Ubaidillah di Mapolrsta Depok, Senin (20/7/2015).
Ubaidillah pun menghujamkan sembilan tusukan senjata tajam ke tubuh wartawati freelance ini. "Saya menyesal," ucap pria yang sehari-hari menjadi tukang ojek ini sambil menangis.
Ubaidillah mengaku, usai membunuh korban dirinya selalu dibayangi sosok Noer Baety. Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho mengatakan, Ubaidillah merupakan pelaku yang membeli pisau dapur di Pasar Citayam sebagai persiapan dalam menjalankan aksi perampokan.
"Otak perampokan dan pembunuhan ini masih buron. Kami masih kejar keberadaannya," pungkasnya.
Ubaidillah yang memiliki tato di sleuruh pergelangan tangannya ini menangis karena tak percaya harus berurusan dengan polisi. "Ini baru pertama kali merampok. Saya panik saat korban memergoki aksi kami hingga akhirnya membunuh korban," kata Ubaidillah di Mapolrsta Depok, Senin (20/7/2015).
Ubaidillah pun menghujamkan sembilan tusukan senjata tajam ke tubuh wartawati freelance ini. "Saya menyesal," ucap pria yang sehari-hari menjadi tukang ojek ini sambil menangis.
Ubaidillah mengaku, usai membunuh korban dirinya selalu dibayangi sosok Noer Baety. Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho mengatakan, Ubaidillah merupakan pelaku yang membeli pisau dapur di Pasar Citayam sebagai persiapan dalam menjalankan aksi perampokan.
"Otak perampokan dan pembunuhan ini masih buron. Kami masih kejar keberadaannya," pungkasnya.
(whb)