19 Kecamatan di Bogor Dilanda Kekeringan

Rabu, 01 Juli 2015 - 05:30 WIB
19 Kecamatan di Bogor...
19 Kecamatan di Bogor Dilanda Kekeringan
A A A
BOGOR - Musim kemarau yang terjadi sejak dua pekan terakhir, membuat sejumlah wilayah di Kota/Kabupaten Bogor mengalami kekeringan. Akibatnya, krisis air bersih melanda ribuan kepala keluarga, baik untuk keperluan minum maupun Mandi Cuci Kakus (MCK).

Berdasarkan data diperoleh, wilayah yang dilanda kekeringan di Kota Bogor yakni Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Selatan. Mereka mengeluhkan tidak adanya upaya dari pemerintah setempat untuk mengantisipasi kemarau yang rutin terjadi setiap tahun.

"Padahal di daerah ini sudah sering terjadi kekeringan. Tapi kenapa tidak ada upaya, dengan memasok air bersih. Sudah dua minggu sumur kita kering," ujar Yuniawati (32) warga Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa 30 Juni 2015 kemarin.

Maemunah (35) warga Kelurahan Kertamaya, Bogor Timur, Kota Bogor. Menurut Maemunah, imbas dari kekeringan, selalu mengungsi atau menumpang mandi ke tetangga. "Mau tidak mau saya mengungsi ke rumah orangtua yang lokasinya berada di dataran rendah dan tidak mengalami kekeringan," ujarnya.

Kekeringan pun melanda 17 kecamatan di Kabupaten Bogor. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Kepala BPBD Kabupaten Bogor Koesparmanto mengatakan, dari 17 kecamatan yang terdeteksi baru tujuh kecamatan yang memberikan laporan secara resmi ke BPBD Kabupaten Bogor. Sedangkan sisanya didata dari pesan singkat yang masuk ke Tim Reaksi Cepat (TCR) BPBD Kabupaten Bogor.

"Sampai saat ini yang baru mengajukan tujuh kecamatan, itu meminta untuk pengadaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Di antaranya, Ciampea, Gunung Putri, Cibinong, Cariu, Sukaraja," kata Koesparmanto Selasa 30 Juni kemarin.

Untuk pengiriman air bersih, pihaknya berkordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor. Dia memaparkan rapat koordinasi dengan Badan Meterogi Klimatologi Geofisika (BMKG) puncak kemarau di Bogor masih terjadi hingga September dan November.

Hal itu karena pengaruh Badai Elnino yang terjadi. Namun pada bulan Juli nanti, diprediksi banyak sejumlah kecamatan yang bakal kekurangan pasokan air bersih.

"Di wilayah Timur, ada Sukamakmur, Jonggol dan Cariu. Di Barat, Jasinga, Nanggung dan Cibungbulang. Dan di Utara, Selatan dan Tengah juga masuk dalam zona rawan krisis air bersih," tandasnya.
(whb)
Berita Terkait
2.554 Warga Cibungbulang...
2.554 Warga Cibungbulang Bogor Terdampak Kekeringan
Momen Langka Salju Kapuk...
Momen Langka Salju Kapuk di Kebun Raya Bogor, Pengunjung: Berasa di Luar Negeri
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Dilanda Kemarau, Debit...
Dilanda Kemarau, Debit Air Sungai Ciliwung di Bogor Menyusut Drastis
Berita Terkini
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
59 menit yang lalu
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
2 jam yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
3 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
3 jam yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
3 jam yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved