Ahok Ancam Copot Pejabat SKPD yang Tidak Transparan
Selasa, 30 Juni 2015 - 09:32 WIB
Ahok Ancam Copot Pejabat SKPD yang Tidak Transparan
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta secara resmi hari ini meluncurkan situs data.jakarta.go.id. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama(Ahok) mengancam memberikan sanksi kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tidak mengirimkan data-data yang dimiliki situs tersebut.
Menurut Ahok, open data yang baru saja diluncurkan hari ini adalah bentuk transparansi. Jika ada SKPD yang tidak mau memberikan data, maka dinilai Ahok tidak transparan.
"Kalau Anda tidak mau buka data, berarti Anda curang. Smart city menurut saya itu sederhana, keterbukaan data, keikutsertaan partisipasi publik itu saja," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2015).
Ahok mengatakan, jika memang SKPD yang diminta tidak melakukan pemberian data maka dengan gampang akan dillakukan pencopotan jabatan. "Kalau ada yang tidak mau mengirimkan data akan langsung distafkan, TKD (Tunjangan Kinerja Daerah)-nya langsung dicabut juga," tegasnya.
Seperti diketahui, dalam peluncuran portal open data kali ini ada 403 data set atau kumpulan data yang langsung bisa diakses. Jakarta sendiri merupakan provinsi pertama yang memiliki portal open data. Saat ini baru ada 15 SKPD yang rutin mengirimkan data.
Menurut Ahok, open data yang baru saja diluncurkan hari ini adalah bentuk transparansi. Jika ada SKPD yang tidak mau memberikan data, maka dinilai Ahok tidak transparan.
"Kalau Anda tidak mau buka data, berarti Anda curang. Smart city menurut saya itu sederhana, keterbukaan data, keikutsertaan partisipasi publik itu saja," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2015).
Ahok mengatakan, jika memang SKPD yang diminta tidak melakukan pemberian data maka dengan gampang akan dillakukan pencopotan jabatan. "Kalau ada yang tidak mau mengirimkan data akan langsung distafkan, TKD (Tunjangan Kinerja Daerah)-nya langsung dicabut juga," tegasnya.
Seperti diketahui, dalam peluncuran portal open data kali ini ada 403 data set atau kumpulan data yang langsung bisa diakses. Jakarta sendiri merupakan provinsi pertama yang memiliki portal open data. Saat ini baru ada 15 SKPD yang rutin mengirimkan data.
(whb)