Pengamat: Bogor Harus Pikirkan Transportasi Massal

Selasa, 16 Juni 2015 - 21:32 WIB
Pengamat: Bogor Harus...
Pengamat: Bogor Harus Pikirkan Transportasi Massal
A A A
BOGOR - Untuk mengatasi kemacetan parah di Kota Bogor, Pemkot Bogor harus memikirkan untuk membangun pola transportasi massal. Pasalnya, selama ini jumlah ruas jalan tidak pernah bertambah sedangkan jumlah kendaraan meningkat pesat.

"Jika dibiarkan dan tidak ada solusi, maka kemacetan di Kota Bogor akan semakin parah," kata Dosen Universitas Pakuan (Unpak), Bogor, Budi Arif, Selasa (16/6).

Budi menegaskan, salah satu alternatif mengatasi masalah ini adalah keberadaan transportasi massal. Mengingat Bogor telah berkembang menjadi kota besar, sehingga transportasi massal sudah menjadi kebutuhan

Namun, kebijakan pengadaan transportasi massal juga harus diiringi dengan pengaturan dan tata kelola yang tepat. Serta harus ada pengaturan yang sistematis, postur badan jalan, dan kesediaan rasio kendaraan. Ada siklus yang tak kasatmata namun terjadi dalam lalu lintas Kota Bogor.

"Kenyataannya, kondisi jalan di Kota Bogor, pada pagi hari penuh, siang hari lengang. Jadi, harus dipelajari polanya untuk memfasilitasi lonjakan pergerakan di periode tertentu," tuturnya.

Sebagai gambaran umum, kondisi jalanan di Kota Bogor saat ini adalah 1:47. Atau bisa diartikan, setiap panjang jalan sepanjang satu kilometer diakses 47 kendaraan. Kondisi jalan yang rusak juga menjadi salah satu biang kemacetan kota.

Sampai akhir 2014, hanya 351 km (55 persen) dari 635 total panjang jalanan di Kota Bogor berkualitas baik. Sisanya berkondisi rusak ringan sampai parah.

Kondisi serupa terlihat dengan trotoar di sebagian besar ruas jalan. Mimpi kepala daerah Bima Arya Sugiarto-Usmar Hariman yang sudah memimpin Kota Bogor selama setahun untuk membangun citra Bogor sebagai kota ramah pejalan kaki hingga saat ini hanya isapan jempol belaka.

Buktinya hingga kini hanya 20 kilometer ruas jalan di Kota Bogor yang kondisinya baik. Bahkan trotoar jalan Pajajaran (Warungjambu-Sukasari), 90 persen kondisinya buruk dan sudah beralih fungsi. Penataan dilakukan hanya di titik-titik yang tidak terlalu penting, seperti di Tugu Kujang, Kapten Muslihat. Itupun dananya bersumber dari pemerintah pusat.

Selain itu, meskipun ada pembangunan jalan baru, semuanya kelanjutan dari walikota sebelumnya yakni penyelesaian proyek terusan seksi dua Jalan Lingkar R3 sepanjang 1,25 kilometer, jalan ke Stasiun Lawang Taleus (Sukaresmi) 250 meter.
(ysw)
Berita Terkait
Berlakukan Ganjil Genap...
Berlakukan Ganjil Genap Motor dan Mobil dari Jumat hingga Minggu
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Penyekatan di Jalan...
Penyekatan di Jalan Raya Bogor-Jakarta, Antrean Kendaraan Mengular
Darurat Covid-19, Pemkot...
Darurat Covid-19, Pemkot Bogor Terapkan WFH 100 Persen
3 Jalan Paling Macet...
3 Jalan Paling Macet di Bogor, Nomor 1 Nggak Bikin Kapok
Pemkot Bogor Buka Hotline...
Pemkot Bogor Buka Hotline Penanganan Jenazah Corona
Berita Terkini
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
12 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
21 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
25 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Infografis
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Universitas Florida Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved