Kemarau, Kawasan Bekasi Utara Kekeringan

Selasa, 16 Juni 2015 - 16:54 WIB
Kemarau, Kawasan Bekasi...
Kemarau, Kawasan Bekasi Utara Kekeringan
A A A
BEKASI - Pasokan air tanah di wilayah Bekasi Utara terus mengering. Akibatnya, warga harus mencari air sampai 20 meter di permukaan tanah. Pasalnya, debit air tanah mengalami penurunan setelah satu perusahaan memakai 19 ribu meter kubik perhari.

"Air yang dikeluarkan dari tanah di rumah saya sekarang sudah kering. Bekasi Utara kekeringan," ujar Eri Aminudin, warga Jalan KH Tabrani, RT 04/03, Bekasi Utara, Selasa (16/6/2015). Padahal, kata dia, baru tiga bulan lalu, dia melakukan pengeboran sumur pompa di dasar tanah.

Menurutnya, air diwilayah Bekasi Utara sudah tidak seperti dulu. Karena, saat ini air tanah sulit sekali didapat jika ngebornya hanya 10 meter ke dalam tanah. Untuk bisa mendapatkan air tanah sekarang harus melakukan pengeboran sedalam 20 meter.

Bahkan, belum tentu air yang dikeluarkannya jernih. Karena, di lingkungannya dia tinggal, sudah banyak berdiri perusahaan-perusahaan besar. "Jadi harus dalam ngebornya, kalau tidak, maka tidak akan dapat air yang bersih, sekarang keruh," katanya.

Ketua Fraksi DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri mengaku sama terjadi di wilayahnya. Saat ini, warga di Bekasi Utara sekarang sudah banyak yang beralih menggunakan air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). "Mereka beralih ke air PAM," tambahnya.

Ustuchri menambahkan, biasanya musim kemarau ini daerah yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bekasi sudah kesulitan mendapatkan air tanah. Faktornya, karena musim kemarau dan pengaruh banyaknya industri yang berdiri di wilayah itu.

"Kalau musim kemarau ini, daerah Ujung di Bekasi Utrara banyak yang kering," katanya. Untuk itu, pemerintah daerah harus menindaklanjutinya, karena kekeringan air bersih diwilayah Utara sering terjadi dan penyebabnya banyak perusahaan yang menggunakan air tanah.

PILIHAN:

Bekasi Bakal Terima Truk Sampah Baru Bantuan dari DKI

5 Bule Gila Bikin Video I Like Bekasi

Waspada begal, Bekasi Pasang 1.016 PJU
(ysw)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Gelar Demo di Depan...
Gelar Demo di Depan Kejati Jatim, KEMAKI Sampaikan 10 Tuntutan
44 menit yang lalu
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
1 jam yang lalu
Lanjutkan Perjuangan...
Lanjutkan Perjuangan Ayah, Nurdiansyah Alasta Nyalon Ketua DPD Demokrat Aceh
1 jam yang lalu
Jadi Kawasan Strategis...
Jadi Kawasan Strategis Jakarta, PPK Kemayoran Berbenah
1 jam yang lalu
Pramono Minta Tarif...
Pramono Minta Tarif LRT Pegangsaan Dua-Manggarai Harus Terjangkau Masyarakat
1 jam yang lalu
Dukung Program Pemerintah,...
Dukung Program Pemerintah, Cek Kesehatan Segitiga Telah Jangkau 15.000 Masyarakat
1 jam yang lalu
Infografis
Kapal Selam Nuklir AS...
Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan, Korea Utara Marah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved