Ahok Sebut Tidak Butuh Banyak PNS
Selasa, 19 Mei 2015 - 10:18 WIB
Ahok Sebut Tidak Butuh Banyak PNS
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak membutuhkan 72 ribu Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karena, hal itu hanya sia-sia kalau PNS tidak bisa melayani masyarakat di lapangan, seperti di kelurahan dan kecamatan.
"Kalau orang kelurahan bisa berfungsi kaya PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), perlu enggak orang PTSP sebetulnya? Berarti buang setengah tuh," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/5/2015).
Pria yang biasa disapa Ahok ini mengatakan, dirinya tidak butuh PNS yang banyak. Karena, pihaknya bisa memperkerjakan pegawai kontrak secara individual untuk menutupi kekurangan SDM.
"Kalau orang kelurahan bisa berfungsi kaya PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), perlu enggak orang PTSP sebetulnya? Berarti buang setengah tuh. Rumah sakit semua kontrak, jadi buat apa ada PNS terlalu banyak kalau dia (PNS) juga enggak mau kerja di lapangan," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2015).
Bahkan, mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku, dirinya hanya membutuhkan 35 ribu PNS atau hampir setengah dari 72 ribu. "Kalau dihitung kasarnya ada 72 ribu. Mungkin 35 ribu cukup," katanya.
"Kalau orang kelurahan bisa berfungsi kaya PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), perlu enggak orang PTSP sebetulnya? Berarti buang setengah tuh," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/5/2015).
Pria yang biasa disapa Ahok ini mengatakan, dirinya tidak butuh PNS yang banyak. Karena, pihaknya bisa memperkerjakan pegawai kontrak secara individual untuk menutupi kekurangan SDM.
"Kalau orang kelurahan bisa berfungsi kaya PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), perlu enggak orang PTSP sebetulnya? Berarti buang setengah tuh. Rumah sakit semua kontrak, jadi buat apa ada PNS terlalu banyak kalau dia (PNS) juga enggak mau kerja di lapangan," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2015).
Bahkan, mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku, dirinya hanya membutuhkan 35 ribu PNS atau hampir setengah dari 72 ribu. "Kalau dihitung kasarnya ada 72 ribu. Mungkin 35 ribu cukup," katanya.
(mhd)