KALAM

Kisah Nabi Nuh Serta Banjir Besar Pertama di Muka Bumi

loading...
Kisah Nabi Nuh Serta Banjir Besar Pertama di Muka Bumi
Ilustrasi kapal yang menyelamatkan Nabi Nuh bersama pengikutnya dari banjir besar yang menenggelamkan kaumnya. Foto ilustrasi/Istimewa
Setelah selesai masa Kerasulan Nabi Idris 'alaihissalam (AS), Allah Ta'ala mengangkat Nabi Nuh 'alaihissalam (AS) melanjutkan tugas kerasulan. Dan Nabi Nuh menjadi Rasul pertama dari golongan 'Ulul Azmi.

Berikut ulasan kisah Nabi Nuh dalam kajian Syeikh Ahmad Al-Mishry (ulama dari Mesir) di Srengseng Jakarta Barat, (14/11/2019). Nabi Nuh disebut dalam Alqur'an sebanyak 43 kali. Adapun nasab beliau, Nabi Nuh AS bin Lamuk bin Matusyalkha bin Idris AS bin Yarid bin Mahlaail bin Qinan bin Ainusy bin Syits bin Adam 'alaihi salam (AS).

Beliau termasuk golongan Ulul 'Azmi bersama Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW). Nabi Nuh dilahirkan di Irak. Antara Nabi Nuh dan Nabi Adam berjarak 10 Abad.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar RA bahwa Abu Dzar berkata: "Aku (Abu Dzar) bertanya kepada Nabi SAW. "Ya Rasulullah, siapakah Nabi pertama?' Nabi bersabda: "Adam". Aku bertanya: 'Adam Seorang Nabi?' Beliau menjawab: "Ya, Nabi yang diajak berbicara." Aku bertanya: 'Ya Rasulullaah, berapakah jumlah para Rasul?' Beliau menjawab: "Tiga ratus sekian belas orang, jumlah yang banyak.' Kesempatan lain Beliau berkata: "315.". Aku bertanya: 'Apakah Adam seorang Nabi?' Rasulullah menjawab: "Ya, Nabi yang diajak bicara (oleh Allah Ta'ala)." (HR. Ahmad)



Berhala Pertama di Muka Bumi
Pada zaman Nabi Nuh, kaumnya dikenal sebagai penyembah berhala pertama di muka bumi. Kaum Nabi Nuh banyak yang lupa kepada Allah Ta'ala dan mengabaikan dakwah Beliau. Ada lima berhala yang diagungkan kaumnya pada masa Nabi Nuh, yaitu Wadd, Suwwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr.

"Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Tuhan-Tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr".
(QS. Nuh: 23)

Awalnya dihasud oleh setan untuk menjadikan 5 orang saleh sebagai kenangan. Akhirnya kaum nabi Nuh membuat patung di tempat mereka. Disebutkan, orangtua yang membuat patung sudah wafat namun Iblis menghasud anak keturunannya untuk menyembah berhala itu.



Setiap suku memiliki berhala. Orang-orang saleh dibuat patung dan disembah. Warisan kaum Nabi Nuh AS yang juga terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Kaum Nabi Nuh telah menzalimi diri mereka sendiri karena berhala itu sama sekali tak bisa memberi manfaat bagi mereka.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top