Israel Ungkap Kegagalan Patriot AS Halau Serangan Kilang Minyak Arab Saudi

Minggu, 29 September 2019 - 11:48 WIB
Israel Ungkap Kegagalan...
Sistem pertahanan rudal Patriot AS. Foto/Istimewa
A A A
Kegagalan sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat (AS) menangkal serangan kilang minyak Arab Saudi terus menjadi sorotan. Terkait hal tersebut, seorang insinyur pertahanan Israel pun mengungkapkan penyebab kegagalan sistem pertahanan udara yang dibanggakan AS itu.

Mantan Direktur Organisasi Pertahanan Rudal Israel Uzi Rubin mengatakan sistem pertahanan rudal Patriot gagal menghalau serangan udara gabungan drone dan rudal karena terbang di bawah cakrawala. Menurutnya, situasi itu membuat sistem pertahanan tersebut tidak siap untuk mendeteksi target.

"Ketika rudal datang, sensor pertahanan rudal akan mengarah ke atas cakrawala karena rudal di atasnya dan Anda tidak ingin kekacauan. Jadi ketika datang untuk menjaga, masalahnya adalah hal-hal yang dapat menyelinap di dekat tanah," terangnya seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (29/9/2019).

Rubin mengatakan bahwa sulit untuk menutup "celah" radar ini, di mana benda-benda yang terbang rendah dapat tergelincir, tetapi bukan tidak mungkin. Dia menambahkan bahwa semua yang perlu dilakukan Saudi adalah membangun pertahanan lokal yang tepat.

Dia menguraikan bahwa tidak ada sistem "mewah" yang diperlukan untuk ini dan sistem pertahanan Pantsir S1 Rusia yang cukup sederhana dan sudah terbukti dalam pertempuran. Sistem ini mempunyai sistem meriam otomatis 2A38M 30 milimeter ganda dilengkapi dengan pencari arah inframerah untuk melakukan trik itu.

Rusia telah berhasil menggunakan sistem pertahanan Pantsirs untuk mengusir serangan drone besar-besaran di pangkalannya di Hmeymim di Suriah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok militan lokal.

Meskipun tidak ada indikasi bahwa Riyadh telah membahas pembelian sistem pertahanan Pantsirs dari Rusia, pihaknya membahas kemungkinan membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia pada tahun 2018, yang memiliki keunggulan tertentu jika dibandingkan dengan sistem pertahan rudal Patriots milik AS.

Namun, peristiwa baru-baru ini yang melibatkan Turki dan India telah menunjukkan bahwa pembelian semacam itu dapat memicu reaksi negatif dari sekutu lama Arab Saudi, Washington, yang telah mengancam New Delhi dan Ankara dengan sanksi atas akuisisi S-400 mereka.

Mengingat serangan 14 September, yang melumpuhkan kilang minyak Saudi Aramco dan mengurangi separuh produksi minyak mentah harian negara itu, Pentagon mengumumkan penyebaran baterai Patriot tambahan ke wilayah sekutu Timur Tengah. Keputusan itu diambil meskipun dua baterai gagal menggagalkan serangan gabungan rudal-drone, di mana tanggung jawab atas serangan tersebut telah diklaim oleh Houthis Yaman.
(zys)
Berita Terkait
Arab Saudi Klarifikasi...
Arab Saudi Klarifikasi Tak Terlibat dalam Mencegat Rudal Iran di Israel
Ini Reaksi Publik Arab...
Ini Reaksi Publik Arab Ketika Iran Serang Israel untuk Pertama Kalinya
Wilayahnya Jadi Target...
Wilayahnya Jadi Target Rudal Iran, Arab Saudi Marah Besar!
Iran Akui Beri Teknologi...
Iran Akui Beri Teknologi pada Yaman untuk Buat Rudal dan Drone
Timur Tengah Membara!...
Timur Tengah Membara! Rudal Iran Serang Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Qatar
Israel Serang Iran,...
Israel Serang Iran, Arab Saudi Marah Besar!
Berita Terkini
Kemenhut Jerat Tersangka...
Kemenhut Jerat Tersangka Korporasi dalam Kasus Perambahan Hutan Lindung Tanjung Piayu
10 menit yang lalu
Perkuat Akses Kesehatan...
Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat, Rudy Susmanto Dorong Sinergi Sektor Swasta dan Pemkab Bogor
21 menit yang lalu
Dorong Birokrasi Profesional,...
Dorong Birokrasi Profesional, Bupati Bogor Terapkan Seleksi Terbuka Berbasis Sistem Merit
28 menit yang lalu
Bekasi Coastal Gravel...
Bekasi Coastal Gravel 2026 Suguhkan Sensasi Event Sepeda Gravel di Jalur Pesisir
1 jam yang lalu
KSOP Utama Tanjung Priok...
KSOP Utama Tanjung Priok Dukung Transformasi Green Port JICT
1 jam yang lalu
Karhutla Landa Sejumlah...
Karhutla Landa Sejumlah Wilayah di Pulau Jawa, 11,4 Hektare Lahan Terbakar
1 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved