Status Lockdown Berakhir, Wuhan Rayakan dengan Pertunjukan Cahaya

Rabu, 08 April 2020 - 09:25 WIB
Status Lockdown Berakhir,...
Wuhan merayakan pencabutan status lockdown. Foto/Ladbibble
A A A
Pusat pandemi virus Corona di awal-awal wabah, Wuhan China mengakhiri penguncian (lockdown) selama 76 hari di wilayah tersebut. Otoritas setempat telah mengizinkan penduduk Wuhan untuk bepergian kelua masuk kota yang luas tersebut.

Hingga Rabu tengah malam, 11 juta penduduk kota ini diizinkan untuk pergi tanpa izin khusus dan pengawasan pemerintah yang menunjukkan mereka dalam kondisi sehat. Mereka juga belum melakukan kontak dengan siapa pun yang terinfeksi virus.

Perayaan berakhirnya lockdown selama 11 minggu itu ditandai dengan pertunjukan cahaya di kedua sisi sungai Yangtze. Gedung-gedung pencakar langit dan jembatan memancarkan gambar animasi dari petugas kesehatan yang membantu pasien bersama kata-kata "kota heroik". Gelar itu diberikan kepada Wuhan oleh Presiden Xi Jinping. Di sepanjang tanggul dan jembatan, warga mengibarkan bendera China, meneriakkan "Wuhan, Let's go!" dan bernyanyi dengan acapela lagu kebangsaan China.

Lalu lintas bergerak dengan cepat melalui jembatan, terowongan, dan pintu tol yang baru dibuka kembali, sementara ratusan orang menunggu kereta pertama dan penerbangan ke luar kota. Banyak dari mereka yang berharap untuk kembali ke pekerjaannya di tempat lain.

Meski begitu, dalam sebuah editorial, surat kabar milik Partai Komunis China People's Daily memperingatkan agar tidak merayakan terlalu cepat.

"Ini adalah hari yang sudah lama dinanti-nantikan oleh semua orang dan tidak salah jika mereka begitu mereka bersemangat. Namun, hari ini tidaklah menandai bahwa kemenangan telah berakhir," tulis surat kabar itu.

"Pada saat ini, kita perlu mengingatkan diri kita masing-masing bahwa Wuhan tidak diblokir, kita boleh merasa senang, tetapi kita tidak boleh bersikap santai," sambung tulisan itu yang dinukil Time, Rabu (8/4/2020).

China melarang orang-orang untuk meninggalkan dan memasuki Wuhan mulai 23 Januari lalu dalam sebuah pengumuman tengah malam yang mengejutkan dan memperluas penguncian ke sebagian besar provinsi Hubei di hari-hari berikutnya. Layanan kereta api dan penerbangan dibatalkan, pos pemeriksaan didirikan di jalan menuju pusat provinsi itu.

Langkah drastis itu terjadi ketika wabah virus Corona mulai menyebar ke seluruh China dan luar negeri selama liburan Tahun Baru Imlek di akhir Januari, ketika banyak orang China bepergian.

Sumber pasti dari virus ini masih dalam penyelidikan, meskipun diduga terkait dengan pasar makanan di luar kota.
(nfl)
Berita Terkait
Tahun Lalu Wuhan Kota...
Tahun Lalu Wuhan Kota Lockdown COVID-19 Pertama Dunia, Kini Kota Sibuk
Terungkap, AS Danai...
Terungkap, AS Danai Penelitian Virus Corona di Wuhan
Lockdown Dicabut, Tim...
Lockdown Dicabut, Tim Wuhan Zall Kembali Setelah 104 Hari
Terbongkar, Kasus COVID...
Terbongkar, Kasus COVID Pertama Muncul di China Dua Bulan Sebelum Wuhan
Lockdown Dibuka, Industri...
Lockdown Dibuka, Industri Otomotif di Wuhan Kembali Normal
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Berita Terkini
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
24 menit yang lalu
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
1 jam yang lalu
Pengemudi yang Tutup...
Pengemudi yang Tutup Pelat Nomor Ditindak Pakai Hunting System
2 jam yang lalu
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
2 jam yang lalu
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
3 jam yang lalu
BNPP dan Pemkab Kepulauan...
BNPP dan Pemkab Kepulauan Meranti Percepat Pemerataan Pembangunan Kawasan Perbatasan
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved