Dampak Virus Covid 19, PAD Simalungun Diprediksi Anjlok hingga Rp20 Miliar

Selasa, 07 April 2020 - 20:20 WIB
Dampak Virus Covid 19,...
Teks Photo: Salah satu wahana permainan yang disediakan salah satu hotel di Parapat,kecamatan Girsang Sipanganbolon,kabupaten Simalungun terlihat sepi pengunjung.(Sindonews.com/dok.Ricky F Hutapea)
A A A
Wabah virus Covid - 19 berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Simalungun yang diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar.

Kepala Dinas Pendapatan Pemkab Simalungin Fritz Ueki Prapanca Damanik kepada Sindonews.com,Selasa (7/4/2020) mengatakan,penurunan PAD dari pengelolaan tujuh sumber pendapatan daerah.

Kedelapam sumber pendapatan daerah itu menurut Ueki yang dikenal dekat dengan para jurnalis ini yaitu,pajak hotel,hiburan dan restoran,retribusi parkir,pasar,persampahan serta Pajak Bumi Bangunan (PBB).

"Mewabahnya virus Covid 19 berdampak sekali terhadap PAD kabupaten Simalungun tahun 2020,penurunannya diprediksi mencapai Rp20 miliar," sebut Ueki.

Penurunan terbesar menurut Ueki diperkirakan dari pajak hotel,restoran dan hiburan yang sedang lesu karena minimnya tingkat hunian dan kunjungan wisatawan.

"Mulai bulan April ini baru bisa dilihat persentase penurunan PAD terutama dari pajak hotel,restoran dan hiburan serta PBB," kata Ueki.

Dia menambahkan pihaknya menargetkan PAD Rp 138 miliar tahun ini namun diperkirakan jika kondisi perekonomian pulih kembali,mulai Oktober mendatang realisasinya diupayakan mencapai minimal 90%.

Hingga triwulan pertama tahun 2020 menurutnya realisasi PAD sudah mencapai 17% dari target.

Sebelumnya sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Simalungun,Rahimal K Noor mengatakan lesunya pariwisata di Parapat salah satunya ditandainya menurun tajamnya kunjungan wisatawan diperkirakan mencapai 50%,sejak virus Corona melanda sejumlah negara di Asia.

Penurunan kunjungan wisatawan menurutnya disebabkan larangan penerbangan antar negara,sehingga berdampak pada berkurangnya wisatawan yang datang ke Parapat.

"Virus Corona yang melanda sejumlah negara saat ini berpengaruh besar terhadap kunjungan wisatawan dan hunian hotel,ditambah lagi larangan-larangan penerbangan yang diberlakukan oleh banyak negara saat ini," ujar Rahimal.
(vhs)
Berita Terkait
Toba Pulp Lestari Dukung...
Toba Pulp Lestari Dukung Sport Tourism Danau Toba
Perdana, Aquabike Jetski...
Perdana, Aquabike Jetski World Championship 2023 Digelar di Danau Vulkanik Terbesar Dunia
Danau Toba Jadi Venue...
Danau Toba Jadi Venue Kejuaraan Dunia F1H2O, Wakil Menteri BUMN: Peluang Terbaik untuk Sport Tourism
IAS Siap Sukseskan Event...
IAS Siap Sukseskan Event Aquabike Jetski World Championship 2024 di Danau Toba
Pemerintah Dorong Green...
Pemerintah Dorong Green Sport Tourism, Lombok dan Toba Jadi Prioritas
Indonesia Sukses Jadi...
Indonesia Sukses Jadi Tuan Rumah Aquabike Jetski World Championship 2023
Berita Terkini
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
32 menit yang lalu
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
1 jam yang lalu
BNPP dan Pemkab Kepulauan...
BNPP dan Pemkab Kepulauan Meranti Percepat Pemerataan Pembangunan Kawasan Perbatasan
2 jam yang lalu
Sopir dan Penumpang...
Sopir dan Penumpang Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
2 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Ekraf Lokal Siap Naik Kelas
3 jam yang lalu
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved