Ekuador Krisis Peti Mati, Ratusan Mayat Korban Corona Bergelimpangan di Jalan

Senin, 06 April 2020 - 09:21 WIB
Ekuador Krisis Peti...
Salah satu jasad korban COVID-19 di kota Guayaquil, Ekuador, dibiarkan warga tergeletak di depan rumah karena krisis peti jenazah.(Foto/REUTERS/Vicente Gaibor del Pino)
A A A
Pemerintah Ekuador kriris peti mati, sehingga mayat-mayat korban virus corona (Covid-19) bergelimpangan di jalan-jalan. Pemerintah Ekuador memerintahkan pasukan keamanan untuk mengevakuasi 150 jenasah di jalan.

Ratusan jasad itu sempat dibiarkan tergeletak di jalan-jalan dan di dalam rumah penduduk selama berhari-hari karena tempat tidur rumah sakit dan kamar mayat sudah penuh. Penduduk setempat tidaka berani menguburkan kerabat mereka karena kota pelabuhan tersebut sedang memberlakukan pembatasan pergerakan yang ketat.

Menurut pemerintah kota, krisis peti mati memaksa penduduk setempat menggunakan kotak kardus untuk menyimpan jasad-jasad korban.

Pihak berwenang di kota Guayaquil mengaku telah menerima sumbangan 1.000 peti mati kardus dari produsen lokal, dan mengirimkannya untuk digunakan di dua pemakaman lokal.

"Ini agar mereka dapat memenuhi permintaan," kata juru bicara balai kota Guayaquil kepada AFP yang dilansir Senin (6/4/2020). "Tidak ada peti mati di kota atau (kalau ada) itu sangat mahal."

Pengusaha Santiago Olivares, yang memiliki rantai usaha rumah duka, mengatakan perusahaannya tidak dapat memenuhi permintaan.

“Saya menjual 40 yang saya miliki di cabang pusat kota, dan 40 lainnya dari kantor pusat saya. Saya harus memesan 10 lagi di akhir pekan dan mereka kehabisan," kata Olivares kepada AFP. Peti mati termurah saat ini harganya sekitar USD400.

Olivares mengatakan jam malam yang diberlakukan 15 jam di kota itu berkontribusi pada kekurangan bahan baku dasar untuk pembuat peti mati seperti kayu dan logam.

Pekan lalu, warga mem-posting video di media sosial yang memperlihatkan jasad-jasad yang ditinggalkan di jalan-jalan di kota Guayaquil. Kota ini menjadi episentrum atau pusat wabah COVID-19 di Ekuador.

Pemerintah sudah memerintahkan pasukan keamanan mengevakuasi 150 jasad dari jalan-jalan dan rumah penduduk. "Peti mati kardus akan sangat membantu dalam memberikan penguburan yang bermartabat bagi orang yang meninggal selama darurat kesehatan ini," tulis Kantor Wali Kota Guayaquil di Twitter.
(zys)
Berita Terkait
Horor Covid-19 Ekuador:...
Horor Covid-19 Ekuador: Kamar Mayat Penuh, Mayat-mayat Ditumpuk di Kamar Mandi
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
Kasus Corona di Ekuador...
Kasus Corona di Ekuador Dua Kali Lipat Lebih Tinggi
Korban Berjatuhan, Corona...
Korban Berjatuhan, Corona Hantam Ibu Kota Bisnis Ekuador 'Seperti Bom'
Dilaporkan Meninggal...
Dilaporkan Meninggal karena Corona, Wanita Ekuador Ditemukan Masih Hidup di RS
Bawa Keranda Mayat,...
Bawa Keranda Mayat, Satgas MTC-19 Keliling Kampung Sosialisasikan Bahaya Covid-19
Berita Terkini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
20 menit yang lalu
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
2 jam yang lalu
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
9 jam yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
10 jam yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
10 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
10 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved