alexametrics

Forkopimda Tapanuli Utara Liburkan Sekolah Antisipasi Wabah Covid-19

loading...
Forkopimda Tapanuli Utara Liburkan Sekolah Antisipasi Wabah Covid-19
Mengantisipasi wabah virus korona atau Covid-19, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) meliburkan seluruh sekolah. (Foto/Robert Siregar/Okezone)
A+ A-
TARUTUNG - Mengantisipasi wabah virus korona atau Covid-19, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) meliburkan seluruh sekolah.

Penggantinya proses belajar di rumah selama 14 hari atau 17 hingga 30 Maret 2020.



Bupati Taput Nikson Nababan mengimbau, kepada seluruh satuan pendidikan SMA/SMK sederajat serta perguruan tinggi Negeri dan Swasta agar juga melaksanakan proses belajar di rumah masing-masing sesuai pernyataan bersama Forkopimda Taput.

"Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung Taput yang menjadi salahs atu Rumah Sakit rujukan di Sumut untuk menangani pasien penderita Covid-19, kita minta kepada pemerintah pusat agar membantu Pemerintah Kabupaten Taput dalam pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Hand Sanitizer," kata Nikson Nababan saat memberikan keterangan Persnya, Senin 16 Maret 2020 di kantor Bupati Taput di Tarutung.

Nikson Nababan menjelaskan, Warga Negara Asing (WNA) dan lokal yang masuk ke daerah itu (datang atau kembali) dari daerah terjangkit untuk melaporkan ke fasilitas kesehatan terdekat dan isolasi 14 hari (selama masa inkubasi) serta dipantau oleh petugas kesehatan dan petugas TNI/Polri.

"Apabila ketentuan itu dilanggar, maka orang tersebut dikarantina sesuai undang-undang kekanrantinaan kesehatan nomor 6 tahun 2008 dan berlaku bagi siapapun,"tegas Nikson Nababan.



Nikson Nababan menuturkan dari sejumlah poin peryataan bersama Forkopimda, kemudian dihimbau kepada masyarakat agar menghindari keramaian atau kerumunan massa. Menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti aktivitas di Masjid, Gereja dan pesta hingga 14 hari kedepan.

"Agar dibuat posko pemantauan diperbatasan wilayah Taput yang melibatkan TNi/Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Juga di tempat ramai lainnya, seperti pasar lainnya, serta dibuat posko khusus di bandara Internasional Sisingamangaraja XII di Silangit Kecamatan Siborongborong Taput,"ujar Nikson Nababan.

Disela-sela kegiatan tersebut, Direktur RSUD Tarutung, dr Janri Nababan mengutarakan, dari 5 orang yang terduga suspect Covid-19 dan sempat ditangani oleh tim medis di Rumah Sakit tersebut, 4 orang dinyatakan negatif dan sudah selesai dari proses pemantauan.

"Sementara 1 orang yang dijemput dari luar Taput pada Kamis 12 Maret 2020 dan sempat ditangani di RSUD Tarutung, Jumat pagi 13 Maret 2020, telah dirujuk ke RSU Adam Malik Medan. Pasien kita rujuk, karena trombosit drastis menurun," pungkas dr Janri Nababan.
(vhs)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top