Tekan Stunting, Pemprov Sumsel Anggarkan Rp10,4 Miliar

loading...
Tekan Stunting, Pemprov Sumsel Anggarkan Rp10,4 Miliar
Tekan Stunting, Pemprov Sumsel Anggarkan Rp10,4 Miliar. Foto/SINDOnews/Dede Feb
PALEMBANG - Pemprov Sumsel menganggarkan Rp10,4 miliar untuk pencegahan stunting di Sumsel pada tahun 2020 . Jumlah tersebut lebih besar daripada pada tahun lalu yang hanya Rp2 Miliar.

"Dana ini nantinya untuk pemberian makanan tambahan (PMT) pada balita kurus dan ibu hamil kurang energi kronis (KEK) pada enam kabupaten/kota prioritas pencegahan dan penurunan stunting," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesti Nurainy kepada SINDOnews, Senin (11/11/2019).

Lesti menjelaskan, enam kabupaten/kota yang akan diprioritaskan untuk melakukan pencegahan dan penurunan stunting itu yakni Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muara Enim, Lahat, Banyuasin, dan Kota Palembang.

"Enam daerah ini dipilih langsung oleh Bappenas, tapi bukan berarti angka stunting-nya tinggi. Kita harap daerah ini bisa jadi percontohan bagi daerah lainnya," jelas Lesti.

Angka prevalensi stunting pada balita (usia 0-5 tahun) di Sumsel sebesar 31,7 persen (data Riset Kesehatan Dasar 2018), maka khusus stunting Baduta (bawah dua tahun) sudah lebih baik, sekitar 29,8 persen atau di bawah angka nasional 29,9 persen.

"Target kita pada lima tahun kedepannya angka stunting di Sumsel bisa turun di bawa 20 persen angkanya," tutur Lesti.



Tak hanya itu, Pemprov Sumsel juga melaksanakan inovasi dalam pencegahan dan penurunan stunting melalui revitalisasi posyandu, duta cegah stunting termasuk juga menghimbau di setiap kantor atau instansi terkait untuk menyediakan ruang ASI saat bekerja.

"Puskesmas yang ada di daerah juga diharapkan bisa mengawal ibu hamil untuk terus melakukan pemantauan dari saat kehamilan hingga bayi umur dua tahun. Puskesmas jangan sampai melewatkan kepada ibu hamil untuk terus mengikuti program yang dicanangkan pemerintah agar bayinya tidak terkena Stunting," jelasnya.
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top