Mendamaikan Konflik di Indonesia, Ini Pesan JK kepada Pemuda

loading...
Mendamaikan Konflik di Indonesia, Ini Pesan JK kepada Pemuda
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan pesan kepada penulis muda mengenai pentingnya agen atau juru perdamaian di Indonesia. Foto/SINDONews/Sucipto
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan orang-orang yang mampu menjadi agen atau juru perdamaian yang mumpuni.

”Karena kemajemukannya, Indonesia sangat rentan dengan potensi-potensi konflik. Karena itu, bangsa ini memerlukan pribadi-pribadi yang dapat menjadi agen atau juru damai,” katanya saat bertemu dengan 28 penulis muda yang diselenggarakan Jenggala Center bersama dengan Kemenpora dan Indonesia Youth Forum (IYF) serta difasilitasi LP2I di Jakarta, Jumat (11/10/2019).

JK menjelaskan, menjadi juru damai itu diawali dengan pikiran dan hati yang positif. Dengan demikian, kita akan tulus melihat perbedaan.

Pada akhirnya, pihak-pihak yang akan dan telah berkonflik akan melihat ketulusan kita dalam mendorong perdamaian di Indonesia.

Selain ketulusan, kata JK, anak muda Indonesia yang ingin berkontribusi pada perdamaian perlu memperkaya pengetahuan.

JK menekankan, pengetahuan tentang sejarah dan aktor-aktor dalam konflik sangat perlu dipelajari.



“Sebelum mendamaikan konflik, seperti di Maluku misalnya, saya membaca banyak buku tentang budaya dan aktor-aktor di sana. Jadi ketika orang Islam bilang bahwa konflik hadirnya RMS adalah di Maluku bilang bahwa organisasi separatis itu ditungganggi kelompok non-Islam, saya sampaikan, RMS itu lahir di sebuah kota yang mayoritas Muslim dan empat menterinya adalah Muslim,” pesan JK.

Dengan pengetahuan yang luas dan punya ketulusan, kata JK, maka tidak gampang dikalahkan dalam proses mendamaikan sebuah perbedaan.

”Selain itu, kita juga harus memiliki keberanian. Di tempat manapun yang saya kunjungi (untuk mendamaikan konflik), saya putuskan untuk tidak membawa pengawal khususnya dari militer atau polisi. Karena kalau saya dikawal, berarti orang melihat saya ini penakut,” kisah orang nomor 2 di Indonesia tersebut.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top