Band Indi Asal Makassar Luncurkan Album Perdana
Senin, 26 Februari 2018 - 22:12 WIB
Performa Band Indi asal Makassar, Clementine. Album perdana mereka telah luncur Mamahaya. Foto : Muchtamir Zaide/SINDOnews
A
A
A
Hadir sekitar dua tahun lalu yakni tahun 2015, Band Indi asal Makassar yang menamakan diri mereka Clementine akhirnya meluncurkan album perdananya yang bertajuk Mamahaya.
Hal tersebut diutarakan oleh Produser album Mahamaya dalam press conference yang digelarnya di Cafe Pijakan Jalan Pelita, Minggu tanggal 25 Februari kemarin.
Band yang dilabeli oleh Vonis Records ini terdiri atas Kamil (keyboard dan synth), Tesa (keyboard dan synth), Iwan (synth dan sequencer), dan Nita (vokal) dan Clementine sendiri memilih synth pop/electro sebagai genrenya.
"Clementine menggarap album eletktronic pop pertama di Makassar. Ini berbeda dengan genre lainnya. Dengan ide seni yang diimplementasikan melalui mesin elektronik, dan suara vokalis yang khas, tentunya menjadi karya yang sangat unik", kata Juang Manyala.
Synth dan Sequencer, Iwan mengatakan di album perdana ini terdapat tujuh lagu yang akan memanjakan penikmat musik tanah air yakni yakni Palagon, Mahamaya, Nir, Palaga Kota, Nokturno, Jelaga Kota, dan Tujuh.
"Lagu-lagu dalam album ini lebih menceritakan realitas apa yang dialami lingkungan kami sehari-hari. Dari dunia di layar gawai, realitas kota, toleransi, dan kontemplasi hari", katanya.
Bagi personel Clementine, Mahamaya adalah gambaran realitas saat ini, semu dan hanya terlihat di permukaan namun menjadi narasi besar sehari-sehari.
"Mahamaya satu frasa yang kita ciptakan. Kita angkat keresahan yang ada saat ini. Contohnya, ketika bangun pagi yang dicari bukan pasangan melainkan hp, untuk berselancar di dunia maya. Nah, disini Dunia maya menunjukkan kemahaannya", jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Nita sang Vocalis, mengatakan album Mahamaya ini resmi dirilis pada awal April mendatang dan pihak Vonis Records telah menyiapkan sebanyak 500 keping CD pertama.
Nita menambahkan, sebelum CD ini dirilis, lagunya sudah dapat di download di music google. Pembuatan lagu ini diakuinya sejak tahun 2016 lalu dan di kerjakan satu persatu, karena kebetulan masing-masing personel punya kesibukan, akhirnya pada tahun 2017 baru telah rampung dan rencananya bulan April mendatang akan launching.
"Semoga pesan dari kami yang tertuang di lagu-lagu dalam album ini lagi bisa tersampaikan, musik kami bisa diterima oleh masyarakat, dan kedepan kami bisa membuat karya selanjutnya", tutupnya.
Hal tersebut diutarakan oleh Produser album Mahamaya dalam press conference yang digelarnya di Cafe Pijakan Jalan Pelita, Minggu tanggal 25 Februari kemarin.
Band yang dilabeli oleh Vonis Records ini terdiri atas Kamil (keyboard dan synth), Tesa (keyboard dan synth), Iwan (synth dan sequencer), dan Nita (vokal) dan Clementine sendiri memilih synth pop/electro sebagai genrenya.
"Clementine menggarap album eletktronic pop pertama di Makassar. Ini berbeda dengan genre lainnya. Dengan ide seni yang diimplementasikan melalui mesin elektronik, dan suara vokalis yang khas, tentunya menjadi karya yang sangat unik", kata Juang Manyala.
Synth dan Sequencer, Iwan mengatakan di album perdana ini terdapat tujuh lagu yang akan memanjakan penikmat musik tanah air yakni yakni Palagon, Mahamaya, Nir, Palaga Kota, Nokturno, Jelaga Kota, dan Tujuh.
"Lagu-lagu dalam album ini lebih menceritakan realitas apa yang dialami lingkungan kami sehari-hari. Dari dunia di layar gawai, realitas kota, toleransi, dan kontemplasi hari", katanya.
Bagi personel Clementine, Mahamaya adalah gambaran realitas saat ini, semu dan hanya terlihat di permukaan namun menjadi narasi besar sehari-sehari.
"Mahamaya satu frasa yang kita ciptakan. Kita angkat keresahan yang ada saat ini. Contohnya, ketika bangun pagi yang dicari bukan pasangan melainkan hp, untuk berselancar di dunia maya. Nah, disini Dunia maya menunjukkan kemahaannya", jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Nita sang Vocalis, mengatakan album Mahamaya ini resmi dirilis pada awal April mendatang dan pihak Vonis Records telah menyiapkan sebanyak 500 keping CD pertama.
Nita menambahkan, sebelum CD ini dirilis, lagunya sudah dapat di download di music google. Pembuatan lagu ini diakuinya sejak tahun 2016 lalu dan di kerjakan satu persatu, karena kebetulan masing-masing personel punya kesibukan, akhirnya pada tahun 2017 baru telah rampung dan rencananya bulan April mendatang akan launching.
"Semoga pesan dari kami yang tertuang di lagu-lagu dalam album ini lagi bisa tersampaikan, musik kami bisa diterima oleh masyarakat, dan kedepan kami bisa membuat karya selanjutnya", tutupnya.
(bds)