Remaja di Pangkep Rekayasa Penculikan Dirinya Terinspirasi Sinetron

Senin, 09 Maret 2020 - 22:51 WIB
Remaja di Pangkep Rekayasa Penculikan Dirinya Terinspirasi Sinetron
Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji bersama Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo memberikan keterangan pers soal kasus rekayasa penculikan di Pangkep. Foto: Sindonews/Faisal Mustafa
A A A
MAKASSAR - Kasus rekayasa penculikan di Kabupaten Pangkep, terus didalami jajaran kepolisian. Bahkan, pengakuan SR, remaja putri yang merekayasa penculikan dirinya mengaku terinspirasi dari sinetron di layar kaca.

Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji menjelaskan, selain ingin mendapat perhatian kedua orang tuanya, SR yang juga merupakan siswi Tsanawiyah di Pangkep tersebut juga terinspirasi sinetron di televisi. Baca juga: Heboh Remaja Perempuan Mengaku Diculik di Pangkep Ternyata Hoaks

"Terinspirasi dari berbagai acara di TV. Sinetron, FTV kan banyak acaranya," terangnya.

Kasus rekayasa penculikan ini terbongkar, setelah SR yang ditemukan di dalam gudang bersembunyi dan terikat, mengakui jika ia sengaja mengarang cerita penculikan dirinya, hingga heboh di jagad maya.

Aparat kepolisian bahkan curiga dengan laporan SR, karena sama sekali tidak ada tanda-tanda kekerasan soal laporan penculikan yang disampaikan ke polisi. Baca Juga: Cari Perhatikan Orang Tua, Remaja di Pangkep Rekayasa Penculikan Dirinya

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, memperingatkan kepada kedua orangtua SR agar memberikan pengawasan dan perhatian tanpa menbanding-bandingkan. Kejadian ini, menurut Ibrahim menjadi perhatian serius pihaknya.

Polres Pangkep katanya, telah berkoordinasi dengan pemerintah khususnya Dinas Sosial untuk ikut mengawasi orang tua SR. Agar kasus rekayasa ini tidak terulang dikemudian hari.

"Kita harapkan orang tua sering memonitoring anaknya. Apabila suatu permasalahan timbul, karena informasi seperti ini bisa berujung pidana dan itu bisa jadi masalah bagi sang anak. Apalagi kalau usianya masih remaja akan terganggu masa depannya," imbau Ibrahim.
(agn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
artikel/ rendering in 0.2270 seconds (11.97#12.26)